3 Jun 2012

Tidak Lulus Ujian Bukan Kiamat

Beberapa waktu yang lalu seorang anak tetangga sekaligus 'anak buah' istri saya di Komunitas Peduli Perempuan dan Anak BENIH CENDEKIA, meminta wawancara seputar UAN. Meski sempat menunda-nunda, wawancara ringan tersebut terlaksana juga, meskti tak seideal wawancara yang seharusnya. Berlangsung kilat dan tanpa persiapan apa-apa. Walhasil beberapa hari setelahnya ternyata wawancara tersebut dimuat di koran nasional Media Indonesia !! Bingung ? Kaget ? Tidak juga, karena sejak awal saya memang tahu bahwa yang mewawancarai memang redaktur yuniornya Media Indonesia yang ada di Surakarta. Yang bikin unik dan sedikit menggelikan justru, disana saya disebut sebagai pengamat pendidikan kota Surakarata. Oalaah ... apa kata dunia ? Berikut saya tampilkan sebagian isi wawancaranya, semoga bermanfaat bagi sahabat blogger yang saat ini tengah menantikan hasil UAN. Salam Optimis

Tidak Lulus Ujian Bukan Kiamat

UJIAN nasional (UN) SMA baru saja digelar. Rekan-rekan pelajar menghadapi pertandingan yang sesungguhnya. Ada yang takut, enjoy aja, atau justru apatis. Untuk membahas lebih jauh tentang UN, kami, Tim ID SMA MTA Surakarta, mewawancarai pengamat pendidikan Kota Surakarta Hatta Syamsudin Lc, penulis buku berjudul Muhammad SAW the Inspiring Romance.

Sebenarnya Ujian Nasional itu penting tidak ?

Terlepas dari lika-liku dan permasalahan seputar UN, sebenarnya yang namanya ujian itu penting. Karena dari sana kita bisa mengevaluasi hasil pembelajaran kita, baik dari sisi perorangan, sekolah maupun sistem pendidikan nasional secara umum. Tanpa sebuah evaluasi kita tidak bisa melihat kekurangan yang ada pada diri kita. Karenanya nilai ujian juga mau tidak mau adalah gambaran kesungguhan kita dalam belajar. Karena itu ia harus diperjuangkan. Ibaratnya orang main bola, yang dinilai adalah golnya bukan sekedar permainannya. Orang bisa saja mengatakan Tim A bagus, tetapi ketika ditanya hasilnya mereka kalah 0-2, maka akan terlihat kualitas sesungguhnya dari tim A tersebut. Begitu pula ujian, untuk membuktikan Anda pandai, tidak cukup hanya dengan banyaknya catatan dan pintarnya berdiskusi, tetapi juga harus berjuanglah agar mendapatkan nilai yang optimal.

Siswa kelas XII kan sudah melaksanakan UN, kira2 kegiatan apa untuk mengisi menunggu pengumuman ?

Tetap menjaga kedekatan hubungan dengan Allah . Ini sangat penting untuk menyiapkan suasana hati saat mendengar pengumuman nantinya. Untuk mengurangi kegelisahan hendaknya menjaga dzikrullah. Firman Allah SWT : “ Hanyalah dengan mengingat Allah hati akan tenteram “ (QS Ar Ra’d 23). Selain itu,tetap harus mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Yang terpenting untuk saat ini misalnya mencari informasi tentang kampus-kampus yang diinginkan. Bisa juga dengan menambah skill dan ketrampilan tertentu yang bisa bermanfaat untuk masa depan, misalnya seputar internet, cara bikin blog, dan yang semacamnya.

Jika tidak lulus cara mensikapinya bagaimana ? Apakah kalau tidak lulus itu berarti harus larut dalam kesedihan ?

Pertama harus bersabar dan meyakini ini adalah keputusan Allah yang terbaik bagi hamba-Nya. Selalu ada hikmah yang tersembunyi dibalik semua kejadian buruk yang kita alami, hanya saja mungkin belum kita ketahui untuk saat ini. Mengimani ini semua adalah bagian dari  takdir, fungsinya untuk menjaga agar kita tidak terlalu sombong ketika lulus, dan juga tidak terlalu sedih ketika gagal.  Ingat firman  Allah SWT : “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira  terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. (QS Al-Hadid 22-23)

Jadi , the show must go on. Bersedih sewajarnya itu manusiawi, tetapi menyesal tentu tiada berguna. Selama kita telah merasa berusaha dan belajar dengan keras, maka hasilnya kita serahkan pada Allah SWT.
Intinya, carilah hikmah dibalik setiap musibah. Tidak selalu kehidupan ini dijalani seorang dengan lancar. Ada yang bilang, kesuksesan itu sebuah tangga, jadi harus satu-satu kita tapaki baru bisa mencapai atas. Jatuh bangun dan kegagalan terkadang lebih efektif menempa mental seseorang dari pada kesuksesan demi kesuksesan.

 Ada persoalan, kesehariannya  dia pintar , tetapi pada saat UN dia tidak lulus, menurut Anda penyebabnya karena apa ?

Sebabnya bisa beragam dari mulai filosofis hingga teknis. Misalnya :
Pertama : Karena ada permasalahan lain yang mengganggu konsentrasinya. Misalnya keluarga, kesehatan atau hal yang semacamnya.
Kedua : Mungkin karena ia terlalu terbebani dengan predikat ‘pandai’ hingga beban tersebut justru membuatnya sangat grogi dalam menghadapi soal-soal UN.
Ketiga : Bisa jadi juga karena terlalu meremehkan karena merasa selama ini sudah mampu untuk memecahkan soal-soal yang ada. Sehingga ia lalai dalam mengulang-ulang pelajaran, hingga terlewat hal-hal yang semestinya mudah ia kerjakan.
Intinya, memang terkadang dalam menghadapi UN tidak cukup hanya kecerdasan akal semata. Dibutuhkan kesiapan mental yang kuat agar tidak grogi menghadapi Ujian, dan lebih penting dari itu tentu saja tawakkal kepada Allah. SWT.

lokasi di media indonesia KLIK DISINI

1 komentar:

  1. hikmah g lulus ujian ialah semakin paham dengan pelajaran itu karena kita musti belajar lagi.

    BalasHapus