Mewujudkan Keluarga Samara dengan Training Romantis !
Setiap episode sejarah kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabatnya mengandung motivasi dan pelajaran berharga. Untuk mencontoh Rasulullah maka perlu mengetahui lebih dahulu kisah kehidupannya. Karenanya, mengkaji Sirah Nabawiyah dapat menginspirasi dan bisa dijadikan tuntunan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Termasuk, kehidupan dalam menjalani pernikahan.
Hal itu pula yang ingin diraih pusat kajian sirah Nabi untuk inspirasi dan motivasi, Siroh Center. Komunitas yang mengkaji sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan komunitas dunia maya di situs jejaring sosial Facebook.
Selain mengkaji sirah Nabi dan mendiskusikannya dalam dunia maya, Siroh Center juga mengembangkan kegiatan dalam bentuk publikasi dengan menggunakan media seperti situs www.indonesiaoptimis.com dan menerbitkan buku serta training.
Pemimpin Siroh Center, Hatta Syamsuddin Lc, mengatakan training yang digelar Siroh Center merupakan training romantic revolution, yang dikhususkan untuk pasangan yang telah menikah. Training tersebut mengacu pada buku Muhammad SAW The Inspiring Romance yang kali pertama diterbitkan 2007 lalu.
Dia mengatakan selama ini banyak pandangan orang yang keliru menilai romatis. Penilaian romatis yang kerap keliru ditafsirkan orang di antaranya dari mulai romantis itu mahal karena dilakukan dengan berwisata, romantis sesuatu yang sulit seperti adegan tarian dalam film Bollywood maupun dansa, romantis identik dengan kisah kasih tak sampai yang berujung kesedihan seperti layaknya kisah Romeo & Juliet, Laila & Majnun hingga kisah film Titanic.
Pandangan tersebut menurutnya perlu diluruskan. Mencari inspirasi tentang romantisme juga tidak melulu harus belajar dari orang Barat karena jauh sebelum itu Nabi Muhammmad sudah mengajarkannya.
“Belajar dari sirah Nabi banyak hal yang bisa digali dari mulai sisi entrepreneur, kepemimpinan hingga episode romantis dalam membina keluarga. Kami juga melakukan kajian training pra nikah,” ujarnya dijumpai Espos di Ma’had Abu Bakar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (7/4).
Visi pernikahan
Hatta melanjutkan sisi kehidupan keluarga dan romantisme Nabi Muhammad bersama istrinya selama ini jarang dibahas dalam forum pengajian di masyarakat karena kebanyakan majelis taklim dan pengajian membahas mengenai tafsir, hadis dan fikih. Untuk itu, katanya, kehidupan romantis Nabi juga perlu dikaji dan diambil pelajaran khususnya bagi pasangan yang telah menikah agar mereka bisa mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah (Samara).
“Dalam training kami mengingatkan kembali visi misi pernikahan. Selama ini banyak pasangan yang justru tidak tahu bagaimana mewujudkan dan menumbuhkan Samara, kami membedahnya dan mengupasnya dengan disertai games dan praktik,” ujarnya.
Dia menambahkan sejak program training romantic revolution digulirkan 2009 lalu, hingga kini training tersebut banyak diminati dari berbagai daerah seperti Salatiga, Kediri, Tangerang dan Sulawesi Selatan. Romantis kepada pasangan itu harus diagendakan terus menerus dan tidak mengenal waktu karena romatis bukan hanya milik remaja atau anak muda saja tapi milik orang tua atau semua orang bisa romantis.
“Peserta training harus pasangan suam-istri agar keinginan menjadi keluarga Samara bisa diwujudkan bersama-sama, kami juga biasanya memberi evaluasi akhir,” tukasnya.
Masih menurut Hatta, Siroh Center maupun training yang digelar diharapkan menjadi persembahan untuk keluarga Indonesia dan referensi bagi keluarga untuk mewujudkan Samara dan baiti jannati.
“Kami ingin memberikan kontribusi kepada umat. Ke depan Siroh Center kami harapkan juga bisa melakukan riset, mengembangkan training dan juga publishing dan membuka kelas-kelas kajian. Sementara kami sudah menyedikana perpustakaan untuk mengkaji sirah Nabi,” imbuhnya. - Oleh : ufi ( Solo Pos , 11 Februari 2011)
Link : http://edisicetak.solopos.com/berita.asp?kodehalaman=h65&id=101534
Ingin ngobrol dengan saya ? Follow saya di Twitter @hattasyamsuddin












2 komentar:
waduh, masuk koran neh pak...
jadi inget sinetron jaman tvri dulu, keluarga cemara
persis seperti yang bapak ceritain...
koran lokal mas ... yah setidaknya numpang ngiklan nih ;-)
yang lebih jadul dari keluarga cemara ada lho
rumah masa depan, masih ingat ?
Poskan Komentar