16 Apr 2009

Berburu Romantis di Awal Hari

Program romantis ini akan kita mulai sejak sepertiga malam yang terakhir. Adu cepat siapa yang lebih dahulu bangun. Bisa jadi sang istri karena suami kelelahan dalam aktifitas luar rumahnya. Atau sebaliknya, suami bangun duluan karena sang istri begadang menyelesaikan pekerjaan rumah atau menidurkan si kecil. Siapapun, yang lebih dahulu bangun segera membangunkan yang lainnya. Lalu bersama bermunajat, bertaqarrub, dan menumpahkan harapan dalam doa-doa yang terlantunkan bersama. Satu memimpin dan yang lainnya mengamini.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari lalu sholat, dan ia membangunkan istrinya lalu istrinya pun sholat. Jika istrinya enggan bangun, ia memercikkan air ke wajah istrinya. Allah Swt merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari lalu sholat, dan ia membangunkan suaminya lalu suaminya pun sholat. Jika suaminya enggan, maka ia memercikkan air ke wajah suaminya. {HR Nasai (1610), Abu Dawud ( 1308), Ibnu Majah (1336) dan Ahmad (7362) }

Terkadang tidak semudah yang kita bayangkan. Berat sekali membangunkan orang yang kelelahan. Tak tega rasanya hati ini membangunkan si dia yang tidur nyenyak terbuai mimpi. Ada cinta yang begitu mendalam, memunculkan perasaan iba pada suami yang kelelahan. Benar-benar pilihan yang sulit untuk dijalankan. Antara membiarkannya beristirahat dengan mengajaknya menikmati qiyamul lail. Antara kepuasan raga atau ketenangan jiwa.

Andai saja kita tahu, bahwa sesungguhnya ia tidak sedang benar-benar lelah. Memang nampak sekilas gurat lelah di wajahnya, namun cobalah berpikir bahwa sesungguhnya ia pun berharap sholat malam seperti Anda, hanya saja raganya kini tak berdaya. Ia tak mempunyai banyak kekuatan untuk bangun karena ada setan-setan yang mencoba menutup telinganya. Maka tegakah Anda membiarkan pasangan Anda beramai-ramai dikencingi setan telinganya ?

Dari Ibnu Mas’ud ia berkata : Disebutkan di sisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam seorang lelaki yang tidur semalaman hingga pagi, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “ Itu adalah orang yang kedua telinganya dikencingi syetan – atau Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : telinganya “ (HR Bukhori, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah)

Naudzubillah. Pasti kita semua tidak akan rela membiarkan itu semua. Maka cobalah sekali lagi untuk membangunkannya, dengan cara-cara yang mesra dan tak mengagetkannya. Secangkir kopi atau sentuhan hangat di kening, ciuman atau bahkan gigitan mesra. Terus saja berusaha, karena setan-setan itu juga sekarang sama gigihnya dengan Anda. Jangan sampai terkalahkan karena itu berarti membiarkannya dalam kerugian, dan meninggalkan Anda dalam penyesalan.
Sudah selesaikah tugas kita dengan hanya membangunkan pasangan kita ? Belum sepenuhnya. Ada kemesraan lain yang harus disiapkan oleh para istri sebelum suaminya bangkit dari tidurnya. Ini sebagaimana istri Rasulullah juga begitu bersemangat menyiapkan sesuatu untuk suaminya yang mulia ketika bangun pagi.

Dari Aisyah ra, ia berkata : Kami biasa menyediakan siwak dan alat pembersih untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu Allah membangkitkan beliau dari tidurnya pada waktu malam hari, kemudian beliau bersiwak dan berwudhu lalu sholat (HR Ahmad)

Maka untuk para istri, agenda romantis begitu bertaburan di pagi hari, bahkan sebelum sang suami bangun. Dari mulai alat mandi, segelas air putih untuk kesehatannya, atau keperluan pagi hari yang lainnya. Anda tentu lebih tahu apa yang paling dibutuhkannya, sesaat setelah membuka kedua matanya. Subhanallah. Romantis ini benar-benar akan dimulai bahkan sejak kedua mata ini membuka pertama kalinya.

Menjelang PergiPagi hari menjelang keberangkatan suami tercinta benar-benar menyibukkan. Seorang istri bak asisten pribadi yang cekat tanggap menyiapkan segala kebutuhan suami sebelum berangkat ke dunia tugasnya. Ini ada peluang pahala sekaligus mesra yang senantiasa berulang tiap pagi. Jangan biarkan para suami menyelesaikan seluruh persiapannya seorang diri. Harus ada tangan-tangan mesra yang siap dan cekat membantunya. Dari mulai mempersiapkan pakaian, makanan, hingga hal-hal kecil seperti menyisir rambut dan memakaikan kaos kaki. Berikut beberapa inspirasi dari rumah tangga kenabian, yang kita masih saja belum bisa tuntas menirunya.

a. Mengoleskan / menyemprotkan parfum
Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku pernah mengoleskan minyak wangi kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dengan minyak wangi yang beliau miliki sampai aku mendapati warna kemilaunya minyak wangi tersebut pada kepala dan jenggotnya ( HR Bukhori )

b. Menyisir rambut suami
Dari Aisyah ra, ia berkata : Saya biasa menyisir rambut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, padahal saat itu saya sedang haidh (HR Ahmad)
c. Menyiapkan pakaian yang pantas dan serasi
Dari Aisyah Ra, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam pernah diberi hadiah mantel hitam, lalu beliau pakai mantel itu seraya bersabda : Bagaimana menurut pendapatmu pakaian ini wahai Aisyah ? Aku menjawab : Alangkah bagusnya engkau dengan pakaian itu wahai Rasulullah. Warna hitamnya serasi dengan kulit putihmu, dan begitu pula kulit putihmu dengan warna hitamnya. Aisyah berkata : Kemudian beliau keluar ke tempat orang banyak dengan memakai pakaian itu.

Setelah semua siap, maka saatnya istri melepas suami pergi mencari nafkah atau berjuang di jalan Allah. Istri mencium punggung tangan suami, sementara suami mencium kening sang istri. Sekali lagi ini bukan hak preogratif mereka yang baru meniti bahtera rumah tangga di tahun-tahun pertama. Sebelum berpisah, hendaknya saling berpesan, bertukar nasihat. Mengingatkan agenda-agenda yang mungkin terlupa. Mengingatkan untuk selalu meluruskan niat dalam setiap langkah. Di dalam maupun di luar rumah. Sehingga keduanya sama-sama terjaga dari hal-hal yang diharamkan.

Dalam kitab Mukhtasor Minhajul Qasidin disebutkan, dulu para wanita salaf, jika suaminya hendak keluar dari rumahnya (untuk bekerja mencari nafkah), mengatakan pada suaminya : Hati-hati dengan penghasilan yang haram, sesungguhnya kami (anak istrimu) bisa tahan pada kelaparan, tapi kami tidak tahan pada api neraka .

2 komentar:

  1. wah, ane belum nikah, malah jadi pengin neh....

    BalasHapus
  2. wah bikin pengen aja ustadz ini,,he he he..
    doakan saya ustadz biar cepet dapat zaujah yang sholehah,dan jamilah he he...
    kunjungi www.muhammadreedho.blogspot.com
    jazakumullah ustadz...
    affan ana cuti semester ini,,,mau fokus cari istri dulu ustadz..

    BalasHapus