27 Jul 2020

Inilah Lima Amalan Agar Pahala Qurban Kita Optimal


Dalam beribadah tentu kita ingin mendapatkan pahala yang optimal. Demikian juga saat berqurban, kita harus berusaha mengoptimalkan peluang-peluang pahala di dalamnya. Qurban bukan layaknya sedekah biasa, yang hanya kita cukupkan dengan mentransfer sejumlah uang, atau memberikan segepok uang kepada panitia lalu selesai begitu saja. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pequrban, agar lebih memaknai ibadah ini secara lebih mendalam, juga mendapatkan pahala yang lebih optimal, berikut lima di antaranya :


Pertama : Menjaga keikhlasan dalam niat

Karena Qurban ibadah yang berat dan terlihat, maka ikhlas harus diperkuat. Berat karena membutuhkan dana yang tak sedikit, terlihat karena banyak orang yang tahu kita berqurban, godaan riya ada dihadapan. Ingat daging dan darah tak sampai kepada Allah SWT, yang sampai adalah ketaqwaan diri. Firman Allah SWT : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya”. (QS Al Hajj 37)

Kedua : Mencari hewan Qurban terbaik.

Dari Hasan As-Sibt, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berqurban dengan hewan termahal yang mampu kita dapatkan.( HR.Al Hakim).  Dalam riwayat lain juga dikuatkan dengan sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya kurban yang paling dicintai Allah adalah hewan paling mahal dan paling gemuk.” (HR.Ahmad)

Maka jika ada rejeki dan kelapangan, kita cari hewan yang terbaik agar optimal pahala yang kita dapatkan. Jauhi segala cacat dan aib yang ada, apalagi jika belum memenuhi syarat usia. Ingat sejenak kisah dua anak Adam saat diminta berqurban untuk menguji mereka. Qabil berkurban dengan seikat gandum dengan kualitas seadanya, sedangkan Habil berkurban dengan kambing terbaiknya. Ternyata Allah SWT kemudian menerima kurban Habil dan meninggalkan kurban Qabil.

Ketiga : Menyembelih atau Menyaksikan dan Berdoa

Agar lebih optimal, disunnahkan menyembelih dengan tangan pequrban sendiri, tentu jika mampu dan berani. Karena penyembelihan tidak bisa dilakukan sembarangan, harus cepat dan tepat agar tidak ada kezaliman. Jika mewakilkan ke orang lain, minimal kita bisa menyaksikan prosesi sambil berdoa sesuai ajaran Rasulullah SAW kepada Fatimah : “Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan kurbanmu, karena sesungguhnya Allah mengampunimu setiap dosa yang dilakukan dari awal tetesan darah kurban, dan katakanlah:” Sesungguhnya shalatku, ibadah (kurban) ku, hidupku dan matiku lillahi rabbil ‘alamiin, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang paling awal berserah diri(HR. Al-Hakim).

Tentunya dua hal ini bisa kita lakukan saat kita menyembelih dekat dengan rumah kita sendiri. Adapun jika kita meniatkan untuk berbagi dengan memindahkan hewan Qurban ke tempat yang lebih membutuhkan dan jarang di sana yang berqurban, insya Allah kita mendapat keutamaan yang banyak juga, karena menebar manfaat dan berbagi kebahagiaan di hari raya.

Keempat : Menikmati dan Berbagi Daging Kurban

Salah satu indahnya ajaran Islam, adalah kita diperkenankan bahkan dianjurkan menikmati daging hewan qurban yang sejatinya telah kita “persembahkan” sepenuh hati. Allah SWT berfirman : “Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta” (QS Al-Hajj 36).

Adapun soal pembagian daging qurban, tidak seketat dalam penyaluran zakat. Namun ulama menyarankan dibagi masing-masing sepertiga, untuk dinikmati pequrban, diinfak kan ke fakir miskin, dan dihadiahkan ke kerabat dan tetangga. Jangan pernah terpikir untuk ambil keuntungan, seperti menjual kulit & kepala atau membayar tukang jagal dari daging qurban kita.

Kelima :  Menyelami Hikmah Qurban

Qurban bukan sekedar mengeluarkan harta semata, ia adalah ibadah ritual dengan sejuta hikmah dan makna. Bagi pequrban hendaknya mempelajarinya agar lebih menghayati, khususnya terkait perjuangan dan kesabaran keluarga Nabi Ibrahim. Karena ibadah ini salah satunya untuk mengenang kebaikan-kebaikannya. Allah SWT berfirman : “Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian” (QS As-Shoffaat 108).

Demikian semoga kita Allah SWT memberikan kita kemudahan dalam berqurban dan mengoptimalkan pahalanya.

Hatta Syamsuddin
27 Juli 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar