21 Jul 2020

Ada Apa di Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah ?


Dari Abu Bakrah RA, Nabi SAW bersabda:
شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ شَهْرَا عِيدٍ رَمَضَانُ وَذُو الْحَجَّةِ
“Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak pernah berkurang, kedua bulan itu adalah bulan hari raya, yaitu Ramadhan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Al Bukhari & Muslim)

Idul Adha ada di hadapan. Dan setiap hari raya ada momentum pahala berlipat yang dijanjikan. Maka hari-hari awal Dzulhijjah tak layak dilewatkan. Di dalamnya bertebar kemuliaan bahkan lebih utama dibanding Ramadhan. Apa saja yang semestinya bisa kita lakukan ? Yuk kita simak dan jangan ragu untuk turut menyebarkan.

1# TERBAIK DARI YANG TERBAIK
Jihad fii sabilillah adalan amalan berat yang sangat mulia dalam Islam, namun ternyata kita mempunyai kesempatan melampaui itu dengan mengisi hari-hari 10 awal Dzulhijjah dengan aneka amal-amal sholih. Namun tentu saja, amal kita tersebut tidak akan bisa melampaui mereka yang berjihad total mempersembahkan harta dan jiwa, hingga mati syahid. Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan selama 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah.” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud)


2# LEBIH UTAMA DARI RAMADHAN
Ramadhan yang kita nanti-nanti penuh kerinduan, masih lama akan datang. Namun boleh percaya boleh tidak, ternyata di hadapan kita ada hari-hari yang lebih mulia di banding Ramadhan, yaitu 1-10 Dzulhijjah. Kata Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya :  Lebih baik dari seluruh hari sepanjang tahun tanpa terkecuali, bahkan termasuk sepuluh hari akhir Ramadhan. Kecuali 10 Malam akhir Ramadhan yang ada keberkahan lebih dari 100 bulan, yaitu Lailatul Qadar

3# PERBANYAK DZIKIR DAN TAKBIRAN ALA LEBARAN
Rasululla SAW bersabda : “Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah untuk berbuat amal sholih di dalamnya melebihi hari2 sepuluh awal Dzulhijjah ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.(HR. Ahmad). Mari kita perbanyak mengingat dan mengagungkan Allah SWT, bahkan bertakbir ala lebaran secara mutlak tanpa terikat waktu bisa dimulai sejak 1 Dzulhijjah, untuk takbiran yang muqoyyad setelah waktu2 sholat wajib, mulai 9 Dzulhijjah

4# PERBANYAK PUASA SUNNAH DAN AROFAH JANGAN SAMPAI LEPAS
Tak terbantahkan bahwa puasa adalah termasuk amal mulia, dimana pada 1-10 Dzulhijja semua amal mulia menjadi lebih bernilai di sisi Allah SWT. Bahkan ada juga Riwayat shahih dari Abu Daud  yang menyebutkan Rasulullah SAW berpuasa optimal 1-9 Dzulhijjah Maka mari perbanyak puasa sunnah di hari mulia ini, dan pastikan puasa Arofah 9 Dzulhijjah termasuk di dalamnya. Jaminan garansi pengampunan dosa dua tahun lamanya, tentu saja
syarat dan ketentuan berlaku. Rasulullah SAW bersabda : Berpuasa hari Arofah, menghapus dosa dua tahun lamanya, yang telah lalu dan yang akan datang (HR Jamaah kecuali Bukhori)


5# JANGAN CUKUR RAMBUT DAN POTONG KUKU DULU
Khusus bagi yang mau berqurban, saat tiba awal Dzulhijjah sabar dulu ya sampai nanti hewan qurban telah disembelih. Rasulullah SAW bersabda : ”Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya. (HR. Muslim)

Imam Syafi'i menekankan larangan ini adalah bersifat sebatas makruh tanzihi, artinya tidak mengapa jika memang terpaksa harus dilakukan.
Hikmahnya agar semakin sempurna anggota tubuh kita terbebas dari neraka, juga turut khusyuk merasakan beberapa larangan ihram saudaranya yg berhaji.

6# OPTIMALKAN PAHALA DENGAN BERQURBAN AWAL WAKTU
Bagi yang lapang pastikan Anda termasuk barisan yang berqurban tahun ini. Jangan sampai sepeda dan hape Anda menertawakan Anda yang ragu-ragu berqurban. Dan optimalkan pahala dengan menyembelih Qurban tepat setelah sholat Idul Adha, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “ Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban) “ (HR. Tirmidzi)

7# PERSIAPKAN TAMPIL KEREN DI HARI RAYA IDUL ADHA
Hari raya adalah anugerah dan nikmat dari Allah SWT, mari kita sambut dengan Bahagia sepenuh hati. Dari Hasan As-Sibt, ia mengatakan : “Rasulullah SAW memerintahkan kami dalam dua hari raya ( Iedul Fitri dan iedul Adha) untuk memakai pakaian terbaik, wangi-wangian terbaik, dan berqurban dengan hewan yang termahal yang kami mampu “ (HR Hakim)

Semoga Allah SWT mudahkan kita semua untuk mengisi sepuluh awal Dzulhijjah dan menyambut Idul Adha yang mulia. Wallahu a'lam bishowab.

Hatta Syamsuddin
Solo, 21 Juli 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar