Selasa, 30 April 2013

,

Powerpoint Fiqih Pernikahan (3) : Kriteria Pasangan Ideal dalam Islam

Mata Kuliah Fiqh Munakahat di Pesantren Mahasiswa Arroyan terus berlanjut di semeter ini. Jika sebelumnya kita telah membahas seputar Dasar-Dasar Pernikahan dan Rukun Syaratnya. Maka pada postingan kali ini kita akan mengupas tentang Kriteria Pasangan Ideal dalam Islam. Bahasan yang dibahas hanya seputar tiga hal : syarat Kafa'ah dalam Nikah, kemudian seputar ragam jenis Mahram, dan bagaimana anjuran-anjuran Islam tentang memilih pasangan.

Soal Kafa'ah, tentu semua orang menginginkan yang terbaiklah yang akan menjadi pasangannya, namun tentu juga tidak semua orang dalam kondisi yang sempurna baiknya hingga bebas memilih pasangan. Karenanya, salah satu yang dianjurkan bahkan sebagian disyaratkan dalam mencari pasangan adalah syarat Kafa'ah atau Kufu. Yang dimaksud dengan kafaah disini adalah kesetaraan dan keseimbangan, yang menjadi hak wanita dan walinya. Jadi bukan dalam posisi laki-laki yang memiliki hak ini. Artinya jika wanita atau pihak wanita melihat dan memandang laki-laki yang melamarnya tidak setara, maka diperbolehkan untuk menolak lamarannya atau bahkan lebih jauh dari itu. Tentang ukuran dan standar kufu' pun tentunya ada perbedaan diantara ulama dan memang menghasilkan perdebatan yang panjang hingga saat ini jua. Anda bisa menelisik lebih dalam melalui powerpoint kami atau artikel spesifik tentang Kafa'ah dalam pernikahan.

Adapun seputar mahram, yang kami bahas adalah ragam jenis mahram, yaitu dari nasab/keturunan, pernikahan dan dari persusuan. Khusus dari persusuan yang masih menyisakan tentunya adalah kadar persusuan yang mengharamkan, dalam hal ini kami mengambil pendapat yang menyimpulkan dua syarat yaitu : bayi kurang dari usia dua tahun, dan menjalani persusuan yang mengenyangkan atau sedikitnya lima kali persusuan yang bisa menidurkan, sebagaimana banyak juga disebutkan oleh ulama berlandaskan riwayat yang ada.

Terakhir, seputar riwayat anjuran-anjuran kriteria pasangan dalam Islam, maka bagi syarat laki-laki cukup simpel, sederhana namun berat aplikasinya, dimana Rasulullah SAW menyampaikan : Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi”  (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah). Maka kriteria idaman calon pengantin laki-laki adalah dua hal : yaitu baik agama dan akhlaknya.

Adapun kriteria calon wanita sebagaimana sudah banyak dikenal, adalah riwayat dari Abu Hurairah ra, dimana Rasulullah SAW bersabda : Seorang wanita dinikahi karena empat hal : hartanya, nasab keluarganya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung" (HR Bukhori dan Muslim) . Kriteria agama menjadi standar ukuran untuk diprioritaskan melebihi dari tiga ukuran lainnya. Dalam hal ini, sungguh indah ilmuwan islam Al-Khowarizmi yang juga pakar matematika memberikan ilustrasi. Bahwa wanita yang memiliki agama nan baik bernilai angka "1", jika ia pun cantik maka bertambah nilai "0" dibelakang angka "1" sehingga menjadi "10". Jika wanita tersebut juga kaya dan nasab mulia maka bertambah terus "0" dibelakang angka "1" sehingga bisa menjadi "1000". Sebuah nilai yang sangat utama dan mulia. Tapi tentu saja dengan logika yang sama, jika agama wanita tersebut "0" atau dihapus, maka dengan sendirinya nilai kecantikan, kekayaan dan kemuliaan nasabnya menjadi tiada berharga alias nol dengan sendirinya. Artinya, seluruh kecantikan, kekayaan dan kemuliaan nasab seorang wanita, menjadi begitu berharga dan mulia saat didampingi dengan agama dan akhlak yang menawan.

Bagi Anda sahabat yang tengah mencari pasangan, silahkan menyimak bahasan presentasi powerpoint berikut. Jika Anda termasuk yang gemar berbagi inspirasi dan motivasi, silahkan mendownload dan memanfaatkan agar semakin tersebar luas keberkahan yang ada.

DOWNLOAD POWERPOINT FIQH MUNAKAHAT : KRITERIA PASANGAN IDEAL
http://www.4shared.com/file/sH-xEJtc/04_Kriteria_Pasangan.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Minggu, 28 April 2013

Kuliah Twitter Nasehat-Nasehat Umar bin Khottob (Bagian 1)


Sosok Umar bin Khottob Ra, tidak diragukan lagi menjadi salah satu ikon dan legenda dalam sejarah Islam. Bukan saja dalam masa awal Islam dikenal sebagai pembela kaum muslimin yang masih terjepit di Mekkah, namun juga pada masa akhir hayatnya yang didedikasikan sepenuhnya untuk perkembangan Islam. Bahkan tidak berlebihan jika disebutkan pada masa kepemimpinannya, wilayah Islam telah mencapai sepertiga bumi ini. Beliau memang legenda yang berbeda, Ibnu Masud r sang sahabat memberikan kesaksian jujur nan tulus : “Sesungguhnya Islamnya Umar bin al-Khattab adalah suatu kemenangan, dan hijrahnya adalah suatu pertolongan, dan kepemimpinannya adalah rahmat, demi Allah kami dahulu tidak mampu shalat di Baitul Haram hingga Umar masuk Islam, tatkala Umar masuk Islam dia melawan orang kafir hingga kami dapat shalat di Baitul Haram.

Salah satu yang dikenal dari sosok Umar Ra adalah ungkapan, sikap dan petuah-petuahnya yang tegas, tajam nan berkesan. Sungguh sayang untuk kita lewatkan tanpa upaya untuk mengambil pelajaran. Karenanya berikut kami sajikan Kuliah Twitter nasehat-nasehat dan ungkapan Umar bin Khottob, semoga bisa terus bertambah dan berlanjut.

1. Aku tidak peduli doaku dikabulkan atau tidak, krn cukup dengan aku melafalkan doa saja aku merasa sudah terkabul semuanya | Umar RA

2. Org2 berkata pdku: jazakallah khoiron. Apa urusannya ? Aku memberikan mrk haknya, mereka mengira itu pemberian dariku | Umar RA

3. Sejak kapan engkau memperbudak manusia sementara ibu-ibu mereka melahirkan mereka dlm kondisi merdeka ? | Umar RA

4. Perlakukan manusia sesuai apa yg nampak padamu, biarlah Allah yang mengurusi apa yg ada dalam hati mereka | Umar RA

5. Perut kaum muslimin lebih aku utamakan dari pada aku memberikan ka'bah kiswah dari sutra | Umar RA

6. Kami diuji dengan kesukaran dan kami bisa bersabar, lalu kami diuji dg kelapangan dan kami tdk bisa bersabar | Umar RA

7. Tidak ada kebaikan pada sebuah kaum yang tidak memiliki pengkritik dan tidak menyukai kritikan | Umar RA

8. Seburuk-buruk pemimpin adalah Aku, jika aku kenyang sementara orang2 kelaparan | Umar RA

9. Kita adalah kaum yg dimuliakan Allah dg Islam, jika kita mencari kemuliaan dg selainnya, maka Allah akan menghinakan kita | Umar ra

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Sabtu, 27 April 2013

Download Powerpoint Meneladani Rasulullah SAW

Saat panitian kajian ilmiah menyodorkan tema "meneladani Rasulullah", maka saya langsung berinisiatif untuk memperluas bahasan menjadi : Kewajiban kita terhadap Rasulullah SAW. Jadi bukan 'hanya' meneladani saja - meskipun itu juga sangat sulit luar biasa- namun kita juga perlu meningkatkan keimanan kita kepada Rasulullah SAW, memberikan kecintaan dan pembelaan kepada Rasulullah SAW, lebih mengenal beliau dengan membaca kisah siroh nabawiyah beliau. Kemudian kita juga perlu meningkatkan ketaatan dan mengikuti sunnah-sunnahnya, serta tentu saja dengan mewujudkan Rasulullah SAW sebagai uswah hasanah.

Menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam setiap sisi kehidupan adalah pekerjaan besar yang harus senantiasa kita upayakan. Bukan saja dari sisi bagaimana ibadah beliau sebagai hamba Allah, namun juga melihat dan mencontoh sikap dan keteladanan beliau sebagai pemimpin, sahabat, keluarga, suami, dan juga tetangga bagi lingkungannya. Apapun, dalam menjalankan semua hal tersebut Rasulullah SAW dikenal dengan akhlak mulianya, baik sebagai pemimpin maupun bagi keluarganya. Karena itulah, tak pantas rasanya kita mencoba menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW di tengah masyarakat kita, tapi dengan cara yang bertentangan dengan akhlak mulia yang telah beliau contohkan. Semoga Allah SWT memudahkan upaya kita dalam mencontoh Rasulullah SAW.

Bagi sahabat yang gemar berbagi inspirasi, berikut powerpoint presentasi seputar Kewajiban Kita Terhadap Rasulullah SAW, semoga bisa disebarkan dan dimanfaatkan agar semakin luas keberkahannya.

DOWNLOAD POWERPOINT KEWAJIBAN KITA TERHADAP RASULULLAH

http://www.4shared.com/file/KP1i5LwP/Meneladani_Rasulullah.html?

Semoga bermanfaat dan salam optimis

Jumat, 26 April 2013

Memahami Tawakkal kepada Allah SWT

Salah satu yang sering dipahami salah oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari adalah tentang makna Tawakkal. Kata tawakkal sering diasumsikan sebagai sikap menyerah pasrah tanpa adanya usaha sama sekali. Sehingga banyak dengan alasan tawakkal lalu orang banyak berhenti dari upaya dan usaha. Maka kita sering dengar kalimat "jodoh ada di tangan Tuhan" atau " kalau sudah rejeki tidak kemana" – meski secara makna benar adanya - sebagai upaya pelegalan atas berhentinya seseorang dari upaya yang sesungguhnya masih terbentang luas dihadapannya. 

Perintah bertawakkal begitu jelas dalam Al-Quran, bahkan diulang setidaknya pada 7 tempat dalam Al-Quran, dengan lafadz : wa ‘ala Allahi falyatawakkalil mu’minuun : “Dan kepada Allah-lah orang-orang beriman bertawakkal”.  Secara Bahasa, Tawakkal adalah bersandar pada yang lainnya dalam sebuah urusan. Ibnu Rojab dalam Jami’ Ulum wal Hikam memberikan definisi tawakkal sebagai : kejujuran bergantungnya hati kepada Allah SWT dalam mencari maslahat dan menghindari madharat dalam urusan dunia dan akhirat.

Bersandar dan bergantungnya hati inilah yang kemudian sering digambarkan sebagai sikap pasif tanpa usaha. Padahal sejatinya sejarah jaman nabi dan riwayat shohih tidaklah demikian menggambarkan.  Salah satu riwayat yang jelas mengaskan bahwa Tawakkal bukan berarti berhenti dari usaha, adalah riwayat dari Anas bin Malik, seorang laki-laki bertanya pada Rasul : Ya Rasulullah, apakah aku mengikat untanya dan bertawakkal, atau aku melepaskannya dan bertawakkal. Rasulullah SAW bersabda : ikat dia lalu bertawakallah (HR Tirmidzi).  Jadi Rasulullah SAW jelas melarang seorang bertawakkal tanpa didahului usaha terlebih dahulu. Dalam bahasan para ulama ini sering disebut dengan akhdzul bilasbaab yaitu berusaha dengan seoptimal mungkin, melakukan upaya-upaya yang menunjang tercapainya sesuatu, barulah kemudian bertawakkal, menyandarkan urusan tersebut serta keputusannya hanya kepada Allah semata.

Riwayat lain dengan pelajaran senada, disebutkan dalam Shohih Bukhori, oleh Ibnu Abbas: Dahulu Orang Yaman saat berhaji tidak membawa bekal dan mereka mengatakan : kami bertawakkal. Ketika sampai di Mekkah mereka meminta-minta.  Maka Allah SWT turunkan ayat : “berbekallah kalian, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan”.

Yang menarik, bahkan apabila kita berada dalam suatu kondisi yang berat lagi terjepit, itu juga bukan alasan untuk kita meninggalkan daya upaya. Tetapi yang diharapkan adalah terus berupaya kuat, meskipun secara hitungan logika kita tidak akan berhasil sekalipun. Kisah ibunda Maryam dalam hal ini patut kita renungkan. Dalam kondisi selepas melahirkan, Allah SWT memerintahkan untuk menggoncangkan pohon kurma untuk mendapatkan buahnya. Secara logika perintah itu adalah mustahil mengingat betapa kokohnya pohon kurma dan betapa lemahnya kondisi fisik wanita yang sehabis melahirkan. Namun ternyata pertolongan Allah benar-benar datang, setelah tetap dilakukan upaya tersebut meskipun terlihat sebagai hal yang tidak mungkin. Begitu indah Al-Quran menceritakan : “ dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu” (QS Maryam 25)

Memahami tawakkal dengan baik akan menjadikan seorang muslim optimis dalam menghadapi masa depannya. Ia juga akan berupaya dengan sungguh-sungguh karena ia memahami sepenuhnya tawakkal harus dimulai dengan usaha.  Bahkan dengan tawakkal pula, seorang tidak akan merasa terlampau sedih saat kemudian belum mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Ia meyakini bahwa kehidupan terus berputar, dan atas kesungguhan usaha dan ketulusan niatnya itulah ia akan dinilai di akhirat nanti, bukan semata atas prestasi atau capaian yang dihasilkan. Wallahu a’lam bishowab

*artikel dimuat di Suara Merdeka Suara Solo, Jumat 26 April 2013

Kamis, 25 April 2013

,

Kuis Hari Buku di Twitter : Buku Berkesan di Masa Kecil

Menyapa sahabat tuips di seputar Hari Buku, sebuah kuis sederhana kami buat di twitter land kemarin Rabu 24 April 2013. Bukan hadiah membahana yang sejatinya kami tawarkan, tapi masa kecil yang indah selalu menarik untuk dikenang. Hampir semua kita punya kenangan tentang bacaan di masa kecil. Sebagiannya tentu masih melekat erat di benak kita. Sharing seputarnya juga tak kalah indahnya. Karena itulah pertanyaan kuis hari buku kemarin begitu sederhana : Sebutkan judul buku yang Anda baca di masa kecil dan paling berkesan ?

Hadiah Kuis Hari Buku
Alhamdulillah, 116 sahabat tuips ikut meramaikan kuis sederhana tersebut. Yang saya yakin sepenuhnya sama sekali bukan karena hadiah 2 buku yang tak seberapa secara harga, namun semua ingin berpartisipasi karena mengenang masa kecil itu memang indah. Menggetarkan hati dan terkadang bahkan menumpahkan air mata. Bahkan bang @fadjroel pun turut meramaikan berbagi kenangan ini dengan buku Tom Sawyer karya Mark Twain, ia menambahkan : " kenakalannya tertancap di kepala sampai sekarang ".

Dari banyaknya jawaban yang masuk, hampir sebagian menandakan usia 30-an tahun, karena banyak yang seragam dan sepertinya juga tak jauh berbeda dengan yang saya alami di masa belia. Dari mulai majalah Bobo, Lima Sekawannya Enyd Bylton, sampai yang serius seperti buku Pintarnya Iwan Gayo, dan 100 Tokoh paling berpengaruh sering disebut-sebut. Bahkan yang menarik juga buku cerita bergambar " Siksa Neraka" muncul beberapa kali disebutkan oleh tuips. Memang buku itu terkenal 'ngeri' di jamannya, visualisasi neraka bagi anak kecil usia SD tentu menjadi hal yang sulit untuk dilupakan. Buku Lupusnya Hilman juga disebut oleh tuips meskipun tak sebanyak yang semestinya, mengingat pada waktu itu buku itu menjadi booming di masanya. Komik Gundala tak lupa juga ikut memeriahkan kuis buku kemarin. Saya tak bisa membayangkan jika buku-buku tersebut sekarang masih mudah didapatkan seperti Tintin dan Lucky Luke yang sampai saat ini masih tersedia di Gramedia, tentu akan lebih indah jika ingin menelusuri kenangan masa belia.

Semuanya tentu indah dan inspiratif, karenanya Kuis Buku ini tak layak dipilih seorang pemenang karena setiap kenangan adalah nilai berharga yang tak bisa dibanding-bandingkan. Tapi karena harus memilih salah satu untuk mendapatkan hadiah dua buku : Inspiring Romance & Be Brilliant Writer, maka unsur subjektif tentu bercampur dengan objektifitas. Tapi saya fokus pada judul buku dan kesan yang disampaikan, tanpa melihat siapa dan darimana tuip yang menyebutkan. Dari 116 akhirnya tersaring menjadi 14 judul buku dan kesan pilihan, hingga akhirnya satu pun terpilih yaitu :

Yang terpilih mendapatkan 2 buah buku : Muhammad SAW The Inspiring Romance karya saya sendiri, dan Be A Brilliant Writer karya penulis produktif Afifah Afra adalah : Nurul kh di akun @nurulkhaf dengan kenangannya akan buku RPUL(Ringkasan Pengetahuan Umum Lengkap), yang pada waktu kecil memang menjadi trend buku bacaan khususnya para siswa yang berprestasi. Selamat dan semoga hadiahnya bermanfaat. Hadiah akan dikirim ke alamat via jasa pengiriman.

Kepada tuips yang telah ikut berpartisipasi, saya haturkan terima kasih dan mari terus mewarnai Indonesia dengan penuh optimisme. Salah satu cara merangkai optimisme adalah menghadirkan keindahan masa kecil yang harus kita perjuangkan untuk terus ada hingga masa mendatang.

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Rabu, 24 April 2013

,

Habibie & Ainun : Genre Baru Romantis Sejati non Picisan

Jauh sebelum film Habibie & Ainun dirilis dan booming di tengah masyarakat, khususnya kaum muda penggemar film romantis, saya dan istri telah menikmati bersama edisi buku yang berupa tulisan penghilang gundah ala Profesor Habibie tersebut. Jadi tulisan ini bukan sekedar ikut meramaikan dengan euforia film Habibie dan Ainun yang penontonnya mencapai 3 jutaan orang sampai saat ini. Di sela-sela bergantian membaca buku tersebut, kami pun mendiskusikannya khususnya pada tema-tema tertentu yang menyentuh dan menarik seperti : bagaimana ibu Ainun memilih untuk kembali berkarir sebagai ibu dan istri saat telah memiliki kedudukan di RS Jerman sebagai salah satu dokter anak di sana.  

Hal lain yang kami diskusikan dengan penuh takjub adalah bagaimana sisi religius keluarga Habibie, khususnya dalam buku disebutkan berulang-ulang bagaimana ibu Ainun mempunyai kebiasaan membaca satu juz Al-Quran setiap hari. Kebiasaan yang luar biasa dan begitu menggugah mengingat kesibukan pasangan tersebut dalam kesehariannya. Sayang episode baca Al-Quran dan religiusnya pasangan ini tidak banyak -bahkan tidak ada- ditampilkan secara khusus dalam edisi film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini. 

Tema lainnya yang begitu jelas terungkap dalam buku ini, dan menjadi salah satu muatan utama dalam film adalah tentang ditutupnya IPTN pada masa krisis ekonomi 1997 sebagai syarat persetujuan peminjaman dana IMF. Hal yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan, baru dua tahun berlalu kebanggaan kita atas terbang perdananya pesawat N250 pada 10 Agustus 1995 sebagai hadiah 50 tahun kemerdekaan. Ada tangan-tangan internasional yang jelas tak menginginkan Indonesia tampil menjadi negara besar dengan industri penerbangannya. Lima belas tahun yang lampau kita menjadi negara yang disegani karena IPTN dan Habibienya, Saat ini, kita hanya bisa remuk redam mendengar sebuah perusahaan penerbangan yang dengan bangga membeli hampir 230 pesawat Boeing 797 yang dikatakan terbaru dan tercanggih. Sejatinya IPTN setelah keberhasilan N-250 dijadwalkan akan menghasilkan N2130 yang memuat penumpang lebih besar dan diperkirakan akan laris manis dipasaran daripada Boeing 797 sekalipun. Sederhananya, IPTN ditutup karena akan membuat pesawat jenis tersebut yang menjadi idola penerbangan hari ini.

Tema besar lainnya yang menjadi dasar penulisan buku ini adalah cinta kasih dan romantisme antara Habibie dan Ainun. Karena itulah sekilas yang terlihat dari edisi filmya, dan yang mungkin dicari oleh para generasi muda adalah sisi romantisme. Tetapi perlu diperjelas dan ditegaskan, bahwa romantisme ala Habibie Ainun ini tentu sangat berbeda dan jauh berbeda dengan kisah romantisme yang kita kenal saat ini. Maaf beribu maaf, hampir semua novel atau kisah yang dianggap romantis di dunia barat dan timur mengisahkan satu tema yang sama : kematian dan kasih tak sampai. Tak ada kisah pernikahan, berkeluarga dan kesuksesan yang penuh kebahagiaan. Yang ada adalah bunuh diri, kegilaan, kematian dan semacamnya. Tanpa melebih-lebihkan, lihat saja romantis yang diperkenalkan dalam Romeo dan Juliet dari Barat, atau kisah Laila Majnun dari Timur, atau bahkan Tenggelamnya kapal van der wijk, Siti Nurbaya dari negeri kita sendiri, romantis yang didengungkan adalah kisah cinta kasih yang tak sampai berujung pernikahan, apalagi kesuksesan dalam kehidupan.

Inilah yang saya sebut dengan genre romantis sejati non picisan yang ada dalam kisah Habibie dan AInun. Cinta kasih keduanya begitu indah berwujud dalam sebuah hubungan pernikahan, bahkan dilanjutkan dengan kebersamaan dan kekompakan, menelurkan banyak prestasi dan kesuksesan, bahkan hingga mengantarkan sang kepala keluarga menjadi Presiden RI yang ketiga. 

Selamat tinggal kisah romantis picisan yang menyedihkan. Kita tunggu kisah romantis lainnya yang menyemangati dan memotivasi. Semoga bermanfaat dan salam optimis.
,

Download Powerpoint Adab Tawakal kepada Allah SWT

Salah satu yang sering dipahami salah oleh banyak orang adalah makna Tawakkal. Kata tawakkal sering diasumsikan sebagai sikap menyerah pasrah tanpa adanya usaha sama sekali. Sehingga banyak dengan alasan tawakkal lalu orang banyak berhenti dari upaya dan usaha. Maka kita sering dengar "jodoh ada di tangan Tuhan" atau " kalau sudah rejeki tidak kemana" sebagai upaya pelegalan atas berhentinya seseorang dari upaya yang sesungguhnya masih terbentang luas dihadapannya.

Salah satu riwayat yang jelas mengaskan bahwa Tawakkal bukan berarti berhenti dari usaha, adalah riwayat dari Anas bin Malik, seorang laki-laki bertanya pada Rasul : Ya Rasulullah, apakah aku mengikat untanya dan bertawakkal, atau aku melepaskannya dan bertawakkal. Rasulullah SAW bersabda : ikat dia lalu bertawakallah (HR Tirmidzi). Arti sederhananya adalah berusaha dengan seoptimal mungkin, melakukan upaya-upaya yang menunjang tercapainya sesuatu, barulah kemudian bertawakkal, menyandarkan urusan tersebut serta keputusannya hanya kepada Allah semata.



Maka jika saat ujian semacam saat ini, ada seorang siswa yang tidak membaca dan mengulang sama sekali, lalu dengan nada apatis dan menyerah dia mengatakan " udah deh saya tawakkal aja ... ", maka sesungguhnya hal tersebut tidak layak disebut tawakkal. Tawakkal mestinya menyalurkan energi positif dan optimisme, bukan sebaliknya. Yaitu saat siswa tadi telah belajar keras nan bersungguh-sungguh, lalu saat tiba masa ujian ia pun bertawakkal dengan penuh optimisme.

Bagi sahabat yang gemar berbagi inspirasi dan motivasi, berikut materi powerpoint adab tawakkal, silahkan didownload untuk kemudian disebarkan agar semakin luas kemanfaatan dan juga keberkahannya insya Allah.

DOWNLOAD POWERPOINT ADAB TAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT

http://www.4shared.com/file/ZSz01Zxi/Tawakkal_kepada_Allah_SWT.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Selasa, 23 April 2013

Penerimaan Santri Baru Pesantren Yatim "Aitam Indonesia" Solo 2013

suasana tilawah di masjid pesantren aitam
Agama Islam yang mulai menganjurkan kita untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim. Mereka menjadi generasi yang terancam lemah karena terputusnya support keuangan dan juga kasih sayang ayah ataupun kedua orang tuanya. Saat ini mungkin masih banyak di sekitar kita anak-anak yatim yang belum terurusi dengan baik. Banyak lembaga dan yayasan yatim yang bertebaran dimana-mana tetapi tetap saja tidak bisa menjangkau persebaran anak Yatim.

Karena itulah, bagi sahabat Indonesia Optimis yang di lingkungan sekitarnya mengetahui ada satu dua anak yatim usia sekolah, khususnya SD, mungkin bisa menjadi fasilitator bagi mereka dengan mengenalkan dan mendaftarkan pada Pesantren Yatim Aitam Indonesia yang kami kelola di Solo sejak dua tahun yang lampau. Pesantren ini memberikan layanan 100% gratis untuk santri-santri yatimnya, dari mulai asrama, makanan dan juga kesehatan.

Bukan hanya itu, pesantren Aitam Indonesia juga fokus dan berkomitmen teguh untuh mendidik santri-santri yatim dengan pendidikan Islam yang terpadu, memadukan antara kurikulum nasional, kepesantrenan dan juga pembinaan karakter dan bahkan kewirausahaan. Untuk menyelami lebih mendalam tentang profil pesantren dan kegiatannya, silahkan langsung menuju web Yayasan Aitam dan Facebook Pesantren Aitam Indonesia. Anda bisa melihat juga foto-foto kegiatan santri-santri yatim.

INFO PENERIMAAN SANTRI BARU
Pesantren Aitam Indonesia pada tahun pendidikan 2013 / 2014 ini membuka pendaftaran santri baru yatim dengan syarat sebagai berikut.

SYARAT UMUM

  1. Yatim / Piatu
  2. Berasal dari keluarga dhuafa
  3. Laki-laki / Perempuan
  4. Usia sekolah dasar maksimal kelas 4, di utamakan kelas 1
  5. Memperoleh izin dari orang tua/wali

SYARAT KHUSUS

  1. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
  2. Melampirkan bukti foto kopi surat kematian orang tua.
  3. Melampirkan fotokopi raport yang telah dilegalisasi oleh pihak sekolah asal.
  4. Melampirkan fotokopi ijazah/STTB/STK (bila belum ada dapat menyusul).
  5. Melampirkan fotokopi sertifikat dan atau piagam perhargaan (bila ada).
  6. Melampirkan surat pernyataan izin dari orang tua/wali untuk mondok di Pesantren Aitam sampai selesai.
  7. Melampirkan pas foto calon peserta ukuran 4X6 sebanyak 3 lembar.
  8. Melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) 1 lembar
Formulir pendaftaran santri baru dapat di download disini

Untuk keterangan lebih lanjut bisa via HOTLINE : 02715811199

PEDULI ANAK YATIM :  
Khusus untuk Anda yang tertarik untuk berinvestasi akhirat melalui program sedekah, zakat dan wakaf untuk pesantren Aitam Indonesia, silahkan dikirim melalui :

Rekening BCA No 3920266524 an Yayasan Aitam Indonesia

Semoga bermanfaat dan salam optimis. 

Informasi Pendaftaran Mahad An-Nuaimy Tahun 2013

suasana kuliah umum di kampus An-Nuaimy
Semangat menuntut ilmu keislaman semakin marak di kalangan generasi muda, baik kalangan pesantren maupun alumni sekolah umum. Kehadiran film Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, maupun Negeri Lima Menara, secara tak langsung juga banyak menginspirasi anak-anak usia SMA/MA untuk lebih mendalam belajar agama dan juga bahasa arab tentunya. Tentu saja keinginan ini diharapkan bukan karena trend semata, namun juga karena panggilan mulia untuk menunaikan tugas berdakwah saat kembali ke daerah tercinta.

Nampaknya hal inilah yang dibidik oleh pihak kampus Syariah berbahasa Arab : Mahad An-Nuaimy, yang di dalam misinya jelas menyebutkan :  Menyiapkan ulama dan da’i yang gigih beramal, cerdas, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi, sebagai kontribusi aktif dalam meningkatkan kecerdasan ruhiyah dan peradaban bangsa. Bukan hanya dalam tataran visi, kampus Syariah yang mulai berdiri sejak tahun 2005 ini juga telah banyak menelurkan generasi dai-dai muda yang menyebar di seantero nusantara. Untuk lebih mendalam mengetahui hal menarik lainnya seputar kampus ini, bisa dilihat di postingan kami terdahulu : Mahad Aly An-Nuaimy Kuliah Syariah Gratis Pengantar Bahasa Arab dan Berbagi Inspirasi di Mahad An-Nuaim

Adapun untuk info pendaftaran terbaru, kami sajikan pengumuman langsung sebagaiman dituliskan oleh pihak panitia pendaftaran sebagai berikut :

INFO PENDAFTARAN TAHUN 2013

Mahad Aly An-Nuaimy -Kuliyah Syariah  dengan pengantar Bahasa Arab plus menghafal Al-Quran 30 Juz-  kembali akan membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru, dengan waktu sebagai berikut :

Gelombang  I dibuka dari 21 sd 31 Mei 2013 M
Gelombang  II dibuka dari 19-24 Agustus 2013 M.

Bagi anda yg berminat bisa menghubungi kami di SMS Center 0812 12 676679, Call Center (021)7251334 atau www.nuaimy.org / www.nuaimy.net

(Utk Luar Jawa Pendaftaran dan Tes di Wilayah masing-masing, kontak person bisa dilihat DI SINI )


SYARAT DAN BERKAS PENDAFTARAN

SYARAT MASUK KULIAH:

1. Tamat dan memiliki ijazah SLTA/sederajat,
2. Usia maksimal 23 tahun dan belum menikah,
3. Sehat jasmani dan rohani, tidak mengidap penyakit menular,
4. Berprilaku baik dan tidak terlibat kasus pidana,
5. Mampu membaca, menulis dan berbicara bahasa arab dengan baik,
6. Mampu membaca Al-Quran dengan baik,
7. Berkonsentrasi penuh untuk belajar,
8. Lulus tes seleksi masuk (tes tulis dan wawancara),
9. Bersedia membayar biaya yang telah ditentukan oleh pihak mahad,
10. Bersedia mengikuti training peningkatan bahasa.

BERKAS PENDAFTARAN:

1. Mengisi formulir pendaftaran,
2. Photo copy ijazah SLTA/sederajat yang telah dilegalisir dengan menunjukkan aslinya,
3. Photo copy akte kelahiran,
4. Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) Asli,
5. Surat keterangan sehat dari dokter (asli),
6. Photo copy KTP yang masih berlaku,
7. Photo terbaru ukuran 2x3, 3x4, 4x6 masing-masing enam buah,
8. Surat rekomendasi dari yayasan atau lembaga dan atau dari individu yang dikenal oleh mahad.

Demikian informasi ini kami sajikan sebagaimana tertuang dalam situs kampus An-Nuaimy. Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Sabtu, 20 April 2013

, ,

Powerpoint Fiqh Pernikahan (2) : Rukun & Syarat Pernikahan

Setelah sebelumnya kita telah menyajikan Silabus Fiqh Munakahat dalam Mata Perkuliahan di Pesantren Mahasiswa Arroyan, dan berikutnya juga kita bahasa Dasar-Dasar Pernikahan, maka dalam perkuliahan pertemuan ketiga ini yang dibahas adalah Rukun dan Syarat Pernikahan.

Secara khusus kepada para mahasiswa santri Pesantren Arroyan yang mengikuti perkuliahan tersebut, dan secara umum pada seluruh sahabat Indonesia yang selalu optimis, berikut powerpoint pertemuan ketiga, silahkan didownload agar semakin bertambah kemanfaatan.

DOWNLOAD POWERPOINT FIQH MUNAKAHAT (2) : RUKUN & SYARAT

http://www.4shared.com/file/kYnbLpLe/03_Rukun_dan_Syarat.html

semoga bermanfaat dan salam optimis.

Rabu, 17 April 2013

, ,

Yuk Berbagi di Rumah Detensi Imigrasi Taiwan

berbagi motivasi di balik jeruji
Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan berita kerusuhan yang terjadi di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Medan, dimana 8 orang ABK Myanmar tewas. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut, yang mencuat mulai dari dugaan SARA maupun pelecehan seksual pun bermunculan. Berita tentang Rudenim tersebut kemudian mengingatkan saya dengan Detention Center di Taiwan, dimana pada Ramadhan 2011 yang lalu saya berkesempatan mengunjungi setidaknya 4 DC masing-masing di Hsincu, Sanxia, Ni Lan dan Yilan.

Istilah Rumah Detensi Imigrasi di Indonesia atau Detention Center di Taiwan barangkali memang terlihat halus, meski sebenarnya lebih tepat disebut dengan "penjara imigrasi", karena memang diperuntukkan untuk menampung mereka yang bermasalah secara keimigrasian, contohnya di Indonesia : kasus pengungsi yang akan menuju Australia. Secara tempat, kebebasan dan penjagaan keamanan, sebenarnya tidak jauh berbeda, tapi tentu saja untuk soal perlakuan tidak sama dengan penjara atau lapas tempat para kriminal ditahan. Khusus di Taiwan, Detention Center atau DC lebih banyak digunakan untuk menampung para TKI yang bermasalah, baik yang ilegal, kabur dari majikannya karena berbagai macam sebab, atau terkena kasus kriminal. Memang permasalahan TKI dimana saja selalu identik, mulai  dari perlakuan buruk majikan, hingga dieksploitasi secara tidak langsung oleh agensi. Tentu menuangkan seribu satu permasalahan TKI Taiwan di postingan ini tidak akan pernah cukup. Yang jelas, banyak diantara mereka yang kemudian 'tertangkap' dan dijebloskan dalam Detention Center.

Berbeda dengan deportase di Saudi yang sering disebut dengan "pemulangan gratis" oleh para pekerja Indonesia di sana, dimana mereka terkadang menyengaja ditangkap dan dipenjara, untuk kemudian dapat pulang ke Indonesia dengan gratis. Di Taiwan tidak lah demikian, bagi mereka yang mendekam di DC dan tidak memiliki uang saku atau tabungan, harapan untuk bisa segera ke tanah air akan menjadi semakin tipis. Jadi tidak selalu mereka yang telah munantaskan masa 'hukuman' bisa melenggang pulang dengan gratis dan mudah, tapi harus menyiapkan dana -entah dari mana- untuk biaya kepulangannya. Walhasil banyak dari mereka yang tidak punya tabungan, atau terkena masalah lainnya yang cukup pelik, bisa mendekam disana sampai bilangan bulan bahkan tahun. Wajah-wajah saudara kita yang mendekam di sana tak jauh berbeda dengan mereka yang kehilangan harapan. Saya menemui sendiri seorang wanita yang stress luar biasa saat kunjungan ke salah satu DC yang ada, sampai tak bisa berkata-kata. Hanya tangisan dan raut muka kosong yang bisa ia hadirkan.

menyampaikan amanah bantuan dana kepulangan
Namun alhamdulillah, harapan selalu ada.  Selain -tentu saja- peran dari pemerintah Indonesia yang resmi melalui perwakilannya di sana (KDEI Taiwan), pihak masyarakat Indonesia khususnya para mahasiswa di FORMMIT ( Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan) juga bahu membahu membantu dengan  aktif mengunjungi mereka di DC. Mereka berupaya mendengarkan masalah dan mencoba menyelesaikannya sesuai dengan kemampuan yang ada. Sesekali juga dilakukan penggalangan dana, atau bekerja sama dengan pihak lain seperti Grand Mosque untuk memberikan tiket kepulangan kepada mereka yang tertahan di sana tanpa harapan karena tidak memiliki tabungan. Bahkan ada seorang warga keturunan Pakistan yang beristrikan muslimah Indonesia, Haji Aslam namanya, juga aktif memfasilitasi sumbangan dari rekan-rekan bisnisnya dan relasinya untuk disumbangkan kepada mereka agar bisa pulang ke tanah air.

Begitu pula yang terjadi pada Ramadhan 2011, saya bersama FORMMIT, PKPU Taiwan, juga perwakilan Grand Mosque dan Haji Aslam, berkesempatan untuk mengunjungi setidaknya empat Detention Center yang tersebar di wilayah Hsincu, Sanxia, Nantou dan Yi Lan. Selain menunaikan amanah menyampaikan dana pemulangan dari para dermawan, kami juga mengingatkan tentang datangnya bulan Ramadhan dan menyampaikan bantuan makanan untuk sahur, jadwal imsakiyah, dan juga perlengkapan sholat. Saat-saat Ramadhan menjelang seperti itu, tentu bertambah pekat mendung kesedihan membayang di wajah-wajah mereka. Tak ada bayangan untuk sahur dan berbuka nan nikmat bersama keluarga, atau menjalani kemeriahan sholat tarawih masjid di kampungnya. Belum lagi jika mengingat keindahan berlebaran bersama keluarga, satu dua mulai terlihat menitikkan air mata. Maka tugas saya kali itu begitu berat. Saya mencoba untuk menghibur mereka yang disana, berbagi inspirasi dan motivasi agar suasana dan kekhusyukan Ramadhan tidak pudar begitu saja. Agar kebahagiaan dalam hati tidak terkooptasi dengan jeruji dan dinding penjara. Saya berikan permainan, nyanyian, kisah menggugah yang alhamdulillah membuat wajah mereka berubah lebih cerah dari sebelumnya. Lega luar biasa meski sedikit menebar keceriaan dalam hati dan wajah mereka. Tapi tentu saja perjuangan seharusnya tidak berhenti di situ saja .

Saat ini Ramadhan akan menjelang, maka wajah-wajah saudara kita yang mendekam di Detention Center akan kembali semakin muram, khususnya mereka yang tak memiliki dana kepulangan. Merekalah ibnu sabil
dalam batas-batas tertentu, yaitu mereka yang melakukan perjalanan dan tak cukup bekal untuk bisa pulang kembali ke keluarganya. Saat ini mungkin kita sudah mengagendakan rangkaian agenda ramadhan dan perjalanan mudik bertemu keluarga yang luar biasa indahnya. Namun tidak bagi mereka, hanya bisa menanti dan menanti uluran tangan kita sambil terus berdoa.

Nah, bagi sahabat Indonesia Optimis yang diberikan kelapangan rejeki dan tergerak untuk membantu kepulangan mereka, maka Insya Allah kami siap memfasilitasi untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah Anda melalui teman-teman di FORMMIT yang selalu komit.

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Selasa, 09 April 2013

,

Download Powerpoint Bekal Ruhiyah Aktifis Dakwah

Para dai atau aktifis dakwah bukanlah malaikat yang bisa melenggang tanpa godaan nafsu. Justru sebaliknya, dalam keseharian yang penuh tantangan di masyarakat, mereka teramat membutuhkan energi ruhiyah yang harus secara konstan diperbarui. Ibaratnya handphone, seluruh muslim -apalagi aktifis dakwah- membutuhkan untuk dicharge ruhiyahnya melalui amalan yaumiyah. Bisa jadi aktifis dakwah adalah model smartphone yang membutuhkan energi besar dalam aplikasinya, sehingga teramat berat baterai ruhiyah menanggungnya.

Karena semua itulah banyak ulama dan tokoh dakwah menuliskan secara khusus tentang kiat-kiat menjaga ruhiyah. Kitab-kitab tazkiyatunnafs (penyucian jiwa) sejak dulu bermunculan menghiasi khasanah pemikiran Islam. Powerpoint berikut ini juga pada dasarnya adalah point-point dari beberapa hal yang pernah dituliskan oleh para ulama tersebut, diantaranya kitab Mukhtasor Minhajul Qoshidin oleh Ibnu Qudamah, Nasehat kepada Aktifis Dakwah oleh Dr. Najih Ibrahim, dan juga diambil dari buku Al-Qudroh al-Murobbiyah karya Dr. Taufik Wa'iy. Silahkan didownload agar semakin luas kemanfaatan dan keberkahannya.

DOWNLOAD POWERPOINT BEKAL RUHIYAH AKTIFIS DAKWAH:

http://www.4shared.com/file/NuLz5kM6/Bekal_Ruhiyah_AKtifis_Dakwah.html

semoga bermanfaat dan salam optimis

Senin, 08 April 2013

,

Download Powerpoint Pengendalian Emosi dalam Islam

Dalam kesempatan mengisi Pembinaan Mental para pegawai Kantor Bea Cukai Surakarta beberapa waktu yang lalu, saya membahas tentang pengendalian emosi dalam Islam. Jika kita menelaah tentang kata emosi, sejatinya ada pada posisi yang umum, tidak terbatas pada marah atau amarah. Emosi adalah segala limpahan perasaan yang berlebihan, bisa jadi dengan tangisan meraung, kesedihan dan air mata mendalam, atau bisa juga melalui mata yang melotot karena terbakar amarah. Nah, bagaimana Islam mengaturnya ?

Adapun soal senyum, maka telah banyak kita ketahui bagaimana Rasulullah SAW dengan senyum simpulnya, juga bagaimana arahan beliau kepada para sahabat untuk memasang wajah cerah ceria. Dalam riwayat yang shohih Beliau bersabda : Janganlah engkau meremehkan berbuat baik sedikitpun, meskipun (dalam bentuk) engkau menjumpai saudaramu dengan wajah bersinar. Senyum beliau sering membuat GR para sahabat, dimana masing-masing dari mereka merasa bahwa ialah orang yang paling disayang oleh Rasulullah SAW. Senyum tetaplah senyum. Ia bisa menjadi tertawa yang juga indah dan dibolehkan. Adapun yang kurang disukai Rasulullah SAW adalah jika kita melepaskan tawa begitu saja terbahak-terbahak.

Untuk tangisan kesedihan saat ada musibah datang atau kematian, maka Rasulullah SAW pun mengalaminya saat putra beliau Ibrahim yang masih kecil meninggal dunia. Namun tangisan yang meraung dan menyayat hati itulah bentuk emosi yang terlarang. Bahkan ancaman yang keluar dari lisan beliau adalah hal tersebut bisa berakibat disiksanya sang mayyit karena sebab kebodohan tersebut. Para ulama mengkaji panjang tentang hal ini, namun larangan meratap dan tangisan berlebihan pada sang mayyit tetap berlaku abadi.

Nah bagaimana dengan luapan emosi dalam bentuk kemarahan, bagaimana agama kita yang indah ini mengaturnya ? Simak lebih lanjut dengan mendownload powerpoint presentasi kami yang sederhana berikut ini.

DOWNLOAD POWERPOINT PENGENDALIAN EMOSI DALAM ISLAM


http://www.4shared.com/file/IqmcoqWp/Pengendalian_Emosi_dalam_Islam.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis

Sabtu, 06 April 2013

, ,

Powerpoint Fiqh Pernikahan (1) : Dasar-Dasar Pernikahan

Setelah sebelumnya kami share tentang Silabus Mata Kuliah Fiqh Munakahat di Arroyan, maka sebagai kelanjutannya di pertemuan pertama kita akan membahas tentang Dasar Pernikahan. Materi ini meliputi pengertian pernikahan secara bahasa maupun istilah, dasar hukum pernikahan, serta hikmah disyariatkannya sebuah pernikahan.

Secara ringkas, kata pernikahan mengandung dua hal yang keduanya tidak terpisahkan, yaitu akad (perjanjian atau ikatan) dan yang kedua adalah kehalalan saling menikmati atau berhubungan badan. Kedua hal tersebut harus ada dalam sebuah pernikahan. Saling menikmati tanpa akad yang sah adalah perzinaan, sementara akad nikah tanpa kebolehan saling menikmati adalah hal yang tidak wajar bahkan kezaliman.

Adapun terkait hukum pernikahan, secara hukum asal adalah sunnah sebagaimana Rasulullah SAW lakukan dan contohkan. Adapun dalam aplikasi ternyata kondisi setiap orang bisa berbeda, sehingga kemudian hukum pernikahan pun menjadi beragama, dari mulai wajib bahkan sampai diharamkan. Dengan mengetahui ragam macam hukum pernikahan, setidaknya kita tidak terjebak dalam kasus tergesa-gesa menikah, ataupun sebaliknya ; menunda-nunda pernikahan tanpa sebab.

Di bagian ketiga kita membahas tentang hikmah agung nan mulia disyariatkannya pernikahan, yang bukan hanya bermanfaat bagi diri pribadi, namun juga masyarakat bahkan kehidupan manusia. Islam bukan termasuk yang meyakini bahwa tanpa menikah seorang akan lebih dekat kepada tuhannya, bahkan sebaliknya Islam menjadikan pernikahan sebagai jalan ketenangan, sehingga seseorang akan lebih mampu untuk beribadah dengan baik menyembah Allah SWT.

Akhirnya, untuk santri pesantren mahasiswa Arroyan, dan sahabat lainnya yang ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan download materi berikut :

DOWNLOAD POWERPOINT DASAR-DASAR PERNIKAHAN


http://www.4shared.com/file/QTePkc6U/Pertemuan_1_Dasar_Pernikahan.html

 Semoga bermanfaat dan salam optimis.