Minggu, 24 Maret 2013

Download Powerpoint Motivasi Haji dan Umroh

Sebenarnya kalau kita lihat kondisi dan data di lapangan, dimana antrian haji berlipat-lipat, maka sejatinya motivasi berhaji untuk masyarakat Indonesia sangat besar dan luar biasa. Jauh lebih besar, apalagi jika dibandingkan dengan semangat berzakat yang secara data baru bisa terserap di kisaran 2% dari potensi zakat Indonesia yang mencapai 217 Trilyun pertahunnya. Kondisi antrian haji yang berjarak sampai sepuluh tahun tentunya memunculkan semangat umroh yang juga bertambah. Dan ini terbukti dengan bagaimana penerbangan ke Saudi setiap harinya yang selalu full seat ludes dibanjiri jamaah umroh dari berbagi travel di seluruh penjuru tanah air.

Namun di luar itu semua, tentu masih banyak masyarakat kita yang masih belum sepenuhnya memahami atau mengetahui tentang urgensi umroh dan haji, serta tata cara peribadatannya. Hal inilah yang membuat IKADI Sragen menelurkan program Sekolah Manasik Haji dan Umroh (SMHU) yang berupa pertemuan klasikal dengan frekuensi sepekan sekali, berisi materi tentang umroh haji lengkap dengan tips-tips seputarnya.

Pada Ahad, 17 Maret yang lalu saya berkesempatan menjadi pengisi kelas tersebut, yang kali ini mengambil tema seputar motivasi berhaji dan umroh. Selain berbicara tentang keagungan dan keutamaan kedua ibadah mulia tersebut, tidak lupa saya juga menyisipkan bagaimana pentingnya menjaga niatan. Mengingat ibadah ini termasuk ibadah yang jahriyah dan populer, mudah diketahui banyak orang. Berbeda dengan ibadah puasa yang bisa jadi orang disebelah kita pun tidak mengetahui saat kita menjalankannya.

Untuk lebih lengkap menyimak tentang motivasi haji dan umroh, berikut kami sajikan powerpoint Motivasi Haji dan Umroh, silahkan didownload dan disebarkan untuk bertambah luasnya kemanfaatan.

DOWNLOAD POWERPOINT MOTIVASI HAJI & UMROH KLIK DISINI :

http://www.4shared.com/file/MkcfHC3u/Motivasi_Haji.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis

Jumat, 22 Maret 2013

Benarkah Tugas Istri adalah Sumur, Kasur dan Dapur ?

Beberapa hari yang lalu saya terhenyak melihat status FB seorang akhwat yang menuliskan - setelah menghadiri sebuah kajian keluarga sakinah- : dengan banyaknya potensi seorang wanita, Islam memuliakannya dengan sumur kasur dan dapur. Deg .. begitu kesan pertama saya setelah membaca status tersebut. Bayangan kekhawatiran saya segera berkelebat, jika sebuah kajian keluarga sakinah saja bisa menyimpulkan hal semacam itu, jangan-jangan apa yang ada dalam benak sebagian suami pun tak jauh berbeda.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para ummahat, wanita, dan istri yang selalu ikhlas menunaikan tugas-tugas domestik di atas, nyaris tanpa keluhan, namun sejatinya tidaklah demikian cara Islam memperlakukan wanita, apalagi jika itu disebut dengan cover kewajiban mulia. Bisa jadi ada pandangan yang berbeda seputar hal ini, yaitu ketika ditanyakan : benarkah tugas atau kewajiban istri adalah sumur, kasur dan dapur ? Atau dalam istilah yang populer berarti cuci baju, piring, membersihkan rumah, masak dan pelayanan kebutuhan biologis ?.

Untuk menjawabnya, yang menjadi acuan saya cukuplah sebatas yang disimpulkan oleh Dr. Wahbah Zuhaily, pengarang masterpiece fiqh perbandingan madzhab yaitu Fiqh Islamy wa Adillatuhum dimana beliau menyampaikan bahwa kewajiban nafkah pada istri adalah lima hal :

Pertama : Makan minum dan Lauk pauk
Yang perlu digaris bawahi di sini adalah tugas suami menghadirkan makan, minum dan lauk pauk kepada istri, artinya yang siap saji dan dinikmati oleh sang istri, jika perlu sekalian disuapi hingga tugas istri lebih mudah, tinggal membuka mulut saja. Yang disalah pahami selama ini adalah, suami menghadirkan bahan makanan dan sayuran mentah plus bumbu, lalu menjadi kewajiban istri -yang mungkin sudah lapar- untuk berjibaku terlebih dahulu di dapur sebelum akhirnya sukses bisa menikmati makanan tersebut. Sekali lagi ini bukan untuk mempermasalahkan para istri yang asyik dan menikmati perannya di dapur. Hanya sekedar menjelaskan kepada para suami, betapa mulianya mereka selama ini memasak makanan yang semestinya diterima dari suami berupa makanan siap saji.

Kedua : Pakaian 
Dalam hal ini tidak banyak permasalahan, tinggal secara teknis para istri dan suami bisa bermusyawarah tentang kebutuhan pakaian yang semestinya. Kenapa tidak banyak permasalahan, karena sebagian besar pakaian didapat dari membeli jadi atau pesan di penjahit, bukan sang istri yang langsung mengerjakan dengan tangannya sendiri.

Ketiga : Tempat Tinggal
Perlu diperhatikan karena kenyamanan sang istri tentu berada di keluarga yang dicintainya. Jangan sampai ketenangan keluarga terganggu karena hadirnya orang lain bersama, atau terlampau terbatasnya rumah yang ditinggali, yang menghadirkan kepenatan berlebih dan gelisah tanpa ujung. Rasulullah SAW juga mengakui bahwa rumah yang lapang nan nyaman termasuk kebahagiaan dunia yang layak untuk diusahakan. Suami wajib menyiapkan rumah untuk istri, meskipun untuk sementara dalam bentuk kontrakan.

Keempat : Layanan Khadimat / Pembantu Rumah Tangga
Ini hal yang menarik, ternyata menyediakan PRT atau mereka yang membantu istri termasuk kewajiban nafkah suami. Hal ini bisa dipahami karena keterbatasan seorang istri untuk mengurus rumah yang ditinggali, apalagi jika sudah ada anak-anak buah hati yang berjajar mengantri di belakang. Tidak ada pilihan selain untuk menyediakan asisten bagi sang istri, terlebih jika sang istri mempunyai potensi yang luar biasa untuk berkontribusi bagi masyarakatnya.

Kelima : Alat Kebersihan dan Perabot Rumah Tangga
Saat ini banyak pekerjaan rumah yang menjadi luar biasa ringkas dengan hadirnya kecanggihan teknologi, yang mau tidak mau atau suka tidak suka sangat membantu sebagian tugas kerumahtanggaan yang biasanya dihandel oleh sang istri. Sebut saja setrika, mesin cuci, kompor gas, pembersih debu, dan lain sebagainya, ternyata merupakan bagian dari nafkah yang harus disiapkan oleh seorang suami.

Walhasil, kesimpulan dari lima aplikasi nafkah suami kepada istri versi Dr. Wahbah Zuhaily menghasilkan satu getaran hebat dalam hati saya pribadi, betapa istri saya selama ini telah melakukan banyak hal mulia yang sebenarnya menjadi 'pekerjaan rumah' atau tugas bagi seorang suami untuk menyiapkannya.

Tanpa pemahaman di atas, bisa jadi yang terjadi adalah seorang istri yang kepayahan, bukan saja karena melahirkan dan menyusui berkali-kali, namun juga ditambah seabreg kegiatan rumah tangga yang takkan pernah bisa usai diselesaikan. Bersedih mendengar beberapa ummahat meninggal karena sakit dalam waktu dekat ini. Tentunya semua adalah bagian dari takdir yang harus kita terima dengan sepenuh kesabaran. Namun tentu sekerat hikmah dan pengingatan bisa kita ambil dan tunaikan,  yaitu bisa jadi karena secara umum kita belum terlampau sadar untuk menjaga dan mengecek kesehatan secara berkala, ataupun bisa jadi juga karena proses 'pelemahan bertahun-tahun' yang tidak disadari karena aktifitas melahirkan, menyusui, dan ditambah lagi urusan 'sumur kasur dapur' yang dijalani dengan begitu tulus mulia.

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Rabu, 20 Maret 2013

,

Download Powerpoint Motivasi Menjadi Amil Zakat

Pada tanggal 15-16 Maret yang lalu, Asosiasi Baitul Maal PBMT Korda Karanganyar menyelenggarakan Pelatihan Baitul Maal se-Solo Raya yang bertempat di Resto Pringsewu Solo. Peserta pelatihan berasal dari utusan BMT se-Solo Raya. Pelatihan ini diharapkan mampu memotivasi BMT untuk memiliki sayap 'baitul maal' tersendiri, yang dimaksudkan untuk optimalisasi sisi zakat infak dan sedekah. Saya diminta mengisi salah satu materi dengan tema " Motivasi menjadi Amil Zakat".

Amil Zakat mempunyai keutamaan tersendiri dalam Islam, bahkan dalam Al-Quran profesi amil disebutkan secara khusus lengkap dengan haknya dalam perolehan zakat. Adapun dalam riwayat hadits, keutamaan hadits bisa kita tangkap dari sabda Rasulullah SAW : " Seorang amil zakat yang benar2 bekerja untuk keridhoan Allah, sebagaimana orang yang berjuang di jalan Allah sampai ia kembali pada keluarganya ". (HR Ahmad) .

Permasalahan berikutnya yang sering menjadi permasalahan adalah siapa yang disebut amil sebenarnya. Jika kita menelisik pengertian yang diberikan para ulama, hampir semuanya terdefinisikan dengan dua faktor : yaitu diangkat oleh penguasa islam, dan menjalankan fungsi khusus dalam pengumpulan dan penyaluran zakat. Karena kondisi saat ini relatif sedikit yang layak disebut pemerintahan islam, karenanya sebagian ada yang mempermasalahkan posisi amil zakat yang ada pada perusahaan-perusaahaan, lembaga dan yayasan yang ada di tengah masyarakat kita. Mereka menganggap bahwa lembaga amil zakat tersebut bukan 'amil' secara fiqh melainkan adalah wakil dari para muzakki dalam menyalurkan zakatnya, sehingga yang terkait dengan hak pun tidak bisa disamakan dengan hak amil dalam fiqh islam. Untuk pengertian ini, saya cenderung pada definisi yang disampaikan oleh pakar fiqh Islam Dr. Ahmad Zain Najah, beliau menyimpulkan bahwa Amil Zakat : adalah orang yang mendapatkan tugas dari negara,  organisasi, lembaga atau yayasan untuk mengurusi zakat. Atas kerjanya tersebut seorang amil zakat berhak mendapatkan jatah dari uang zakat.

Perdebatan soal ini tentu bisa jadi tak akan berujung dengan baik dan tetap akan senantiasa berbeda. Saya lebih tertarik mencermati kenyataan bahwa pekerjaan rumah para 'amil zakat' di negara kita sangat banyak. Sebagaimana sering disitir oleh BAZNAS, potensi zakat di Indonesia pertahun mencapai 217 Trilyun. Sebuah angka yang sangat fantastis dan menakjubkan. Namun sayangnya, dana zakat yang berhasil dihimpun oleh ratusan bahkan ribuan lembaga zakat yang tersebar di Indonesia hanya di kisaran 1,2 T alias kurang dari satu persen dari potensinya. Maka tidak berlebihan jika tugas 'amil zakat' hari ini tentu jauh lebih berat dari amil zakat pada masa pemerintahan Islam yang secara khusus masyarakat dan aturan sudah tegak terkondisikan.

Karena tugas mereka yang berat, maka perlu mendapatkan motivasi secara berkesinambungan agar tetap bersemangat menjalankan tugas dan kewajibannya. Berikut powerpoint sederhana seputar motivasi amil zakat, silahkan didownload dan disebarluaskan kemanfaataannya.

DOWNLOAD POWERPOINT MOTIVASI AMIL ZAKAT :
http://www.4shared.com/file/HUYR8DLR/Motivasi_Amil_Zakat.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis

Selasa, 19 Maret 2013

Download Powerpoint Urgensi dan Peran Masjid pada Zaman Nabi

Pelatihan Manajemen Masjid IKADI-Pemkot Solo
IKADI Solo bekerja sama dengan Pemkot Surakarta menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Masjid/Musholla pada 13-15 Maret yang lalu. Saya diminta menjadi salah satu pembicara dengan tema : Sejarah, Urgensi dan Peran Masjid pada Zaman Nabi. Mungkin harapannya adalah, peserta mempunyai gambaran ideal dan prototipe bagaimana sesungguhnya peran fungsi pada zaman awal keislaman. Mengingat, sebagian besar masjid saat ini baru bisa mengakomodasi satu fungsi, yaitu sebagai tempat ibadat namun kurang dari sisi lainnya.

Masjid pada jaman Rasulullah SAW memang dipastikan menjadi pusat dari segala aktifitas baik kemasyarakatan maupun pemerintah. Rasulullah SAW tidak berkantor secara khusus atau menempati istana tersendiri untuk memimpin rapat maupun menerima utusan dari negara sahabat. Beliau cukup stand by di masjid dan mengatur setiap urusan di dalamnya. Urgensi dan peran sebuah masjid dalam masyarakat Islam menjadi sebuah kepastian yang tak bisa ditunda dan dipungkiri. Karenanya, saat pertama kali tiba di Madinah, proyek pertama Rasulullah SAW paska hijrah adalah bersegera mendirikan masjid. Proyek lainnya yang tak kalah penting adalah mempersaudarakan antara muhajirin dan anshor, dan juga menyusun konsensus Piagam madinah yang dijunjung dan dihormati setiap elemen warga madinah, termasuk di dalamnya kaum Yahudi.

Selain berbicara tentang peran masid jaman nabi, saya juga sedikit mencermati beberapa permasalahan kontemporer yang terjadi di beberapa masjid antara lain : masjid yang hanya didirikan di dalamnya tiga waktu saja ( maghrib, isya dan shubuh), artinya adzan resmi dan sholat hanya pada waktu tersebut karena di siang hari praktis masjid sepi tanpa ada yang menunggui atau meramaikan. Masalah lain terkait masjid yang full terkunci rapat selain saat shalat, sehingga banyak yang tidak bisa masuk untuk sholat ketika waktunya terlambat. Masalah lain juga yang terjadi biasanya ketidakkompakan antara takmir masjid yang sudah tua dengan remaja masjid yang ingin inovatif dalam program-programnya.Begitupula tidak lupa permasalahan pendanaan masjid, ada yang berhasil mengumpulkan banyak bahkan menumpuk dana kas ratusan juta tak tersentuh dengan kegiatan yang signifikan, dan ada pula yang masih senantiasa kekurangan, bahkan saat idul adha pun tak menyelenggarakan penyembelihan kurban. Masalah lain yang tak kalah mengganggu tentu saja adalah perbedaan aliran keagamaan yang dianut jamaah masjid ataupun internal pengurus masjid. Semua masalah tersebut, tanpa niatan dan pemahaman yang baik, tentu masih akan selalu mengganggu.

Apapun, semua permasalahan masjid hendaknya menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus berupaya menjadikan masjid sebagai tempat rujukan dan tempat kesayangan kaum beriman, sebagaimana itu terpampang begitu lugas pada zaman awal keislaman. Sebuah riwayat mengungkapkan :


اَلْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ تَقِيٍّ وَتَكَفَّلَ اللهُ لِمَنْ كَانَ الْمَسْجِدُ بَيْتَهُ بِالرُّوْحِ وَالرَّحْمَةِ وَالْجَوَازِ عَلَىالصِّرَاطِ اِلَىرِضْوَانِ اللهِ اِلىَالْجَنَّةِ.

“Masjid itu adalah rumah setiap orang yang bertaqwa, Allah memberi jaminan kepada orang yang menganggap masjid sebagai rumahnya, bahwa ia akan diberi ketenangan dan rahmat serta kemampuan untuk melintas shirathal mustaqim menuju keridhaan Allah, yakni syurga” (HR. Thabrani dan Bazzar dari Abu Darda ra).

Bagi sahabat Indonesia optimis, silahkan mengunduh presentasi sederhana kami, untuk kemudian dimanfaatkan dan disebarkan.

DOWNLOAD POWERPOINT URGENSI & PERAN MASJID ZAMAN NABI

http://www.4shared.com/file/vVprM-a2/Fungsi_Masjid_Zaman_Nabi.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis

Jumat, 15 Maret 2013

Silabus Mata Kuliah Fiqih Munakahat Pesantren Mahasiswa Arroyan

Menikah adalah bagian dari ibadah dan amalan yang membutuhkan ilmu. Tanpa ilmu dalam pernikahan, maka akan semakin banyak persoalan menghadang, yang begitu susah untuk dituntaskan. Umar bin Abdul Aziz telah mengingatkan : barang siapa yang beribadah tanpa ilmu, maka akan lebih banyak merusak daripada sisi perbaikannya. Nampaknya hal inilah yang telah dikaji dengan teliti oleh Pesantren Mahasiswa Arroyan Jebres Surakarta. Pesma yang mempunyai durasi studi Islam selama 6 semester ini, mewajibkan santri tingkat akhirnya untuk mengikuti perkuliahan Fiqh Munakahat & Tarbiyatul Aulad. Tentu ini adalah sebuah lompatan yang unik untuk dicermati, mengingat sebagian santri sejatinya masih berstatus mahasiswa. Namun tentu tujuan diadakannya mata kuliah ini, untuk membekali para santri yang sebagian aktifis dakwah, agar pada waktunya nanti benar-benar memahami tentang fiqh munakahat. Di perkuliahan S1 IAIN pun sebenarnya sudah dikenal Mata Kuliah Fiqh Munakahat.

Pada saat ini tengah dimulai semester perkuliahan, dimana saya diminta mengampu mata kuliah tersebut. Di awal tentu yang saya lakukan adalah membuat Silabus Perkuliahan. Tentu banyak hal bahasan yang perlu disampaikan, apalagi dengan tambahan tema Tarbiyatul Aulad yang dijejalkan. Namun waktu pertemuan yang hanya 13x tatap muka tentu mengundang banyak keterbatasan. Akhirnya beberapa tema saya ringkas padatkan, dan bahkan saya tinggalkan, seperti tentang Fiqh Talak, misalnya.

Berikut Silabus mata kuliah Fiqh Munakahat saya tuangkan di postingan blog ini, mungkin bisa Anda manfaatkan untuk membuat Kuliah Pra Nikah di tempat Anda masing-masing. Silahkan download di link berikut ini:

DOWNLOAD SILABUS MATA KULIAH FIQIH MUNAKAHAT

http://www.4shared.com/office/wsjKmR9_/SILABUS_FIQH_MUNAKAHAT__TARBIY.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis

Kamis, 14 Maret 2013

Kiprah Dakwah IKADI Solo yang Semakin Meriah


Raker IKADI Solo tahun 2013 di Hotel A
Segenap pengurus Ikatan Dai Indonesia (IKADI) kota Surakarta bersiap meningkatkan kiprah dakwah di masyarakat Surakarta. Tekad kuat ini tertuang dalam rangkaian program kerja yang dihasilkan dari Raker Tahunan IKADI Solo pada 16 Februari yang lalu bertempat di Hotel Arini Syariah Solo. Organisasi profesi dai yang di Solo digawangi oleh Fathul Arifin, MT ini mengambil langkah untuk bersinergi dengan elemen masyarakat dan birokrat dalam mensukseskan dakwah rohmatan lil 'alamin di kota Surakarta.

Raker yang diawali dengan upgrading berupa ceramah motivasi dari Sholihin Zero to Hero ini berlangsung seharian penuh, dengan hasil beberapa proker yang akan dijalankan antara lain : Pelatihan Manajemen Masjid, Sekolah Dai dan Muballigh, pelatihan ustadzah TPA, pengajian rutin Ahad pagi, silaturahmi alumni pelatihan, dan lain sebagainya.  Program pengajian ahad pagi ini telah berlangsung sejak lama, dilaksanakan pada pekan ke 2 dan pekan ke-4 di Masjid Abu BAkar Laweyan yang juga berfungsi sebagai sekretariat IKADI. Materi pengajian Ahad pagi adalah Tafsir Al-Quran Juz 30 oleh ust. Abdul Hakim dan Fiqh Kontemporer oleh Ustd. Bimo.Untuk memperluas jangkauan dakwah IKADI Solo juga membuat program SMS Tausiyah, buletin, dan tentu saja web yang bisa diakses di alamat : ikadisolo.com.

Pelatihan Manajemen Masjid di Graha Solo Raya
Belum sampai satu bulan paska Raker, IKADI Solo terus memacu langkah. Program Pelatihan Manajemen Masjid yang bekerja sama dengan Pemkot Surakarta dan Kemenag Solo diluncurkan pada 13-15 Maret 2013. Pelatihan tiga hari ini mengambil tempat di Graha Solo Raya, dengan mengundang peserta dari utusan resmi perwakilan 51 kelurahan yang ada di Solo ini. Materi yang disampaikan cukup beragam, dari mulai Sejarah dan Peranan Masjid pada Masa Rasulullah, Manajemen Masjid, sampai dengan sharing kisah nyata dari mereka yang telah sukses mengelola masjid. Peserta yang cukup beragam dari kalangan baik tua muda terlihat begitu bersemangat menyimak paparan materi dari para pembicara. Sessi tanya jawab pun dioptimalkan dengan pendalaman materi dan berdiskusi tentang permasalahan riil di lapangan. Diharapkan tentu acara seperti ini bisa difollow up dengan pertemuan lanjutan, agar terjadi sinergi antara takmir masjid, dalam upaya meningkatkan pengelolaan masjidnya masing-masing.

Kita ucapkan selamat bekerja untuk IKADI Solo, melanjutkan kiprah dakwah rohmatan lil 'alamin di tengah masyarakat Surakarta yang dikenal dengan kekentalan budaya dan sejarahnya.

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Senin, 11 Maret 2013

Hati-hati : Saat Miskin Taat, Begitu Kaya Maksiat !

Sebuah kisah unik nan menggugah diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, layak sejenak kita simak di pagi ini. Adalah Amru bin Auf mengisahkan peristiwa yang terjadi di suatu shubuh di kota Madinah. Semuanya berawal dari kepulangan Abu Ubaidah bin Jarroh dari negeri Bahrain. Daerah Bahrain dulu berbeda dengan yang disebut dengan negara Bahrain saat ini. Bahrain versi dahulu jauh lebih luas dari negara Bahrain hari ini. Perjalanan Abu Ubaidah ke negeri Bahrain tidak lain dan tidak bukan sebagai utusan resmi Rasulullah SAW untuk menarik pajak jizyah atas penduduk di sana. Hal ini disebabkan mereka sebelumnya telah bersepakat kepada Nabi SAW untuk tunduk pada pemerintahan Islam di Madinah, dan taat membayar pajak jizyah sebagai konsekuensi logisnya. Bahrain pada saat itu memang dikenal juga dengan kekayaan daerah yang luar biasa.

Keunikan justru terjadi pada saat berita kedatangan Abu Ubaidah bin Jarroh dari Bahrain tersebar di Madinah. Tak disangkan dan dinyana ternyata orang-orang Anshor menyambut berita ini dengan begitu bersemangat. Maka mereka pun bersegera menunaikan sholat shubuh berjamaah bersama Rasulullah SAW, dalam jumlah yang begitu banyak, lain dari hari biasanya. Ada apakah gerangan ? Apa hal yang memotivasi mereka untuk bersemangat berbondong-bondong sholat fajar di pagi yang dingin saat itu ?

Nampaknya Rasulullah SAW pun menyadari keganjilan ini, yaitu dimana jamaah sholat shubuh jauh lebih banyak dari biasanya. Mungkin beliau sempat berpikir, apakah niatan sebagian mereka yang tiba-tiba muncul di masjid, ada hubungannya dengan kedatangan Abu Ubaidah yang membawa harta sangat banyak dari negeri Bahrain ? . Rasulullah SAW tahu akan hal tersebut, namun beliau adalah pemimpin bijak yang hafal luar dalam perangai rakyatnya saat itu. Maka selepas sholat beliau segera berbalik ke arah mereka, dan tersenyum ramah dengan begitu tulus. Beliau bertanya memastikan :  " Saya kira kalian semua sudah mendengar kedatangan Abu Ubaidah dengan membawa sesuatu ya ?. Mereka pun menjawab penuh dengan keluguan : " Tentu saja ya Rasulullah SAW !".  Maka Rasulullah SAW pun kembali menjawab dengan bijak : " jika demikian, aku berikan kabar gembira ...dan berharaplah apa-apa yang membuat kalian senang ".

Sebagian jamaah sholat fajar sepertinya tersenyum lega, apa yang menjadi keinginan mereka disambut oleh Rasulullah SAW dengan baik dan lapang dada, bukan dengan celaan dan cercaan.  Rasulullah SAW melanjutkan ucapannya, tapi kali ini adalah sebuah nasehat yang tajam dan begitu mendalam, sebagai sebuah kekhawatiran Rasulullah SAW akan nasib umatnya pada masa yang akan datang. Beliau mengatakan :


فَوَاللَّهِ لاَ الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ
Demi Allah, sebenarnya bukanlah kemiskinan yang aku takutkan akan membahayakan kalian. Akan tetapi, yang kutakutkan adalah apabila dunia telah dibentangkan pada kalian, sebagaimana telah dibentangkan pula bagi orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun akhirnya berlomba-lomba untuk meraih dunia sebagaimana orang-orang terdahulu berlomba untuk mendapatkannya. Akhirnya kalian pun akan binasa, sebagaimana mereka binasa. ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat, tentu banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kisah unik di atas. Namun perkenankan saya hanya meringkasnya menjadi dua. Pertama, keteladanan dan kebijakan Rasulullah SAW pada rakyatnya. Pemimpin yang bisa terus memotivasi dan menginspirasi. Kedatangan mereka yang berbondong-bondong menuju Sholat Shubuh disambut dengan baik nan tulus oleh Rasulullah SAW, meskipun beliau tahu niatan sebagian dari mereka adalah mengharap pembagian dana yang dibawa Abu Ubaidah bin Jarroh. Rasulullah SAW cukup melihat semangat mereka sholat shubuh, dan tidak mencela niatan apa di baliknya.  Inilah pelajaran dakwah yang begitu lugas untuk dicerna. Saat ada orang yang menunjukkan kebaikan secara dhohir, bukan tugas kita untuk mencari dan mencela niatan, tapi memberikan apresiasi yang baik agar tetap terus berlanjut dalam keistiqomahan.

Adapun pelajaran Kedua, tentang kekayaan dan kemiskinan. Tentu banyak riwayat dan kisah lain yang lebih luas membahas tentang pandangan islam dalam dua hal ini. Namun yang layak dicermati dalam sabda Rasulullah SAW di atas adalah, beliau cukup meyakini umatnya mampu bertahan dalam keimanan dan keistiqomahan saat dalam kondisi miskin, namun beliau tidak yakin dan bahkan khawatir saat umatnya dalam kondisi kaya, bahkan saling berlomba mengejar kekayaan tanpa batasan dan etika, maka yang terjadi adalah kehancuran sebagaiman pengalaman umat-umat terdahulu.

Ini adalah warning yang tajam bagi kita umatnya, taat dan istiqomah saat kondisi miskin, belum tentu berlanjut saat mendapat kekayaan. Gambaran realita di masyarakat kita pun begitu banyak terserak. Maka bagi kita bersegera untuk mengantisipasi sejak dini, agar saat kelapangan dan kekayaan tiba, keimanan kita tetap kokoh bahkan makin kuat dari sebelumnya. Semoga Allah SWT mudahkan

Semoga bermanfaat dan salam optimis di senin pagi.

Minggu, 10 Maret 2013

Pagi Hari yang Romantis : Lari Bersama Pasangan

Pagi hari memang selalu romantis. Suasananya menjanjinkan ketenangan hati yang bisa dinikmati berdua. Sayang untuk dilewatkan begitu saja. Maka sesekali, keluarlah berdua sejenak di pagi hari saat mentari belum utuh menampakkan diri. Melangkah berdua dengan tangan terayun bersama plus udara pagi yang perawan, hati siapa yang tak merindukan ?. Belum lagi jika Anda bersabar sejenak, menanti terbitnya mentari dari tempat yang agak lapang. Anda akan menyaksikan dua keajaiban ciptaan Tuhan ; sinar  malu-malu sang mentari pagi dan keanggunan wajah bidadari yang merasuk sanubari. Keduanya adalah nikmat Allah yang diberikan pada Anda pagi ini. Allah SWT berfirman : " Demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi shubuh apabilan fajrnya mulai menyingsing "  (QS At-Takwir : 17-18). " dan malam ketika telah berlalu, dan subuh apabila mulai terang "(QS Al-Mudattsir 33-34)

Jika Anda menginginkan nuansa romantis lainnya, maka inspirasi rumah tangga nabi kembali bisa menjadi panduan. Tinggal bunyikan peluit perlombaan, anda dan pasangan saling berjuang untuk siapa yang lebih dahulu sampai tujuan. Bukan untuk saling mengalahkan, tapi untuk membuktikan siapa yang pantas mendapat hadiah ciuman. Lomba lari antar pasangan bukan inspirasi lomba dari barat, jauh di waktu lampau, pasangan surga nan romantis ini telah melakukannya. Simak inspirasinya dalam riwayat panjang penuh kesan berikut :

Dari Aisyah ra, bahwa dia pernah bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan sedang dia adalah seorang wanita muda (Dia berkata : Aku belum gemuk). Lalu beliau saw berkata kepada sahabat-sahabat beliau, “ Berlombalah kamu!”. Kemudian beliau berkata (kepadaku) : Marilah kita berlomba.”. Maka aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Tetapi sesudah itu, aku bepergian pula dengan beliau, lalu beliau berkata kepada sahabat-sahabat beliau : Berlombalah ! Kemudian beliau berkata (kepadaku) : Marilah kita berlomba !. Dan aku lupa terhadap peristiwa yang terjadi pada masa lalu, padahal sekarang badanku sudah gemuk, lalu aku berkata : “Bagaimana aku dapat mendahuluimu wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini ?”. Beliau berkata : “ Marilah kita lakukan ! “. Kemudian aku berlomba dengan beliau, lalu beliau mendahului aku, kemudian beliau tertawa seraya berkata : “ Ini untuk menebus kesalahanku dalam lomba yang lalu “ ( HR Ahmad, Abu Dawud (2578) Ibnu Majah (1979))



Jangan ragu untuk menjalankannya. Semoga bahagia dan salam optimis Ahad pagi.

Sabtu, 09 Maret 2013

Inilah Tiga Kenikmatan Luar Biasa di Pagi Bahagia

Setiap pagi saat membuka mata kita, ternyata banyak hal yang harus di syukuri. Bangkitnya kita kembali dari alam mimpi adalah suatu kesempatan baru untuk menjalankan taat sekaligus memperbarui  taubat. Aktifitas tidur dalam ungkapan hadits bagaikan 'separuh mati' dimana ruh kita dibawa ke atas sana, untuk kemudian dikembalikan saat fajar telah tiba. Bersyukur karena masih ada usia untuk menunaikan asa.

Belum lagi saat kita membuka mata, lalu melihat orang-orang yang kita cintai di hadapan, maka bersyukurlah. Karena sungguh banyak di luar sana yang hidup terpisah dari mereka yang dicintai. Suami jauh dari istri, anak jauh dari orangtuanya, yang menjalani hari-hari tak seindah merek yang hidup bersama. Jika kita menghayati hal sederhana ini, niscaya segala gundah dan keluh kesah bisa segera terkurangi .

Hal lainnya yang juga patut disyukuri ternyata diajarkan oleh Rasulullah SAW dengan begitu detil dan indahnya. Tiga hal yang sebenarnya kita dapatkan setiap hari, namun kita anggap biasa dan lalai untuk disyukuri, justru disebutkan oleh Rasulullah SAW sebagai kenikmatan dunia seisinya. Berikut riwayat yang dimaksud :

قال رسول الله : من أصبح منكم آمنا في سربه معافى في جسده عنده قوت يومه فكأنما حيزت له الدنيا
Rasullah SAW bersabda, "Barang siapa yang berpagi hari dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat wal'afiat badannya, mempunyai makanan untuk sehari itu, maka seolah-olah dunia dan seisinya telah terkumpul baginya (HR Tirmidzi dan Ibu Majah)

Pertama : Nikmat Aman
Ketenangan dan kenyamanan hati adalah kenikmatan yang luar biasa. Suasana hati yang jauh dari kekhawatiran dan gangguan adalah anugerah yang sering terlupakan. Setiap pagi kita membuka mata dan bernafas lega, yang tidak bisa didapatkan di daerah lain yang diliputi konflik atau perang saudara.  Mereka bangun dengan rasa takut menyelimuti, kekhawatiran musuh datang menyergap, atau hal-hal lain yang begitu menggelisahkan. Rasa aman diri harus terus kita upayakan, salah satunya dengan memohon penguatan kepada Allah SWT sebagaimana lafadz doa yang Rasulullah SAW contohkan di pagi dan sore hari : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang dan dominasi kesewenangan orang-orang.

Kedua : Nikmat Kesehatan
Bersyukurlah saat kita mampu membuka mata dan menarik nafas lega, tidak ada keluhan pada badan kita. Suasana segar dan tubuh yang bugar adalah kenikmatan tiada tara yang sering terlupakan. Jauh diluar sana kita lihat bagaimana mereka yang mengerang kesakitan, mengaduh dalam peluh, menangis bersedih karena sakit yang diderita. Nikmat sehat sejak dulu melenakan, banyak dilupakan. Rasulullah SAW memberikan pernyataan : “ Ada dua nikmat yang banyak dilupakan orang-orang, nikmat kesehatan dan waktu luang “

Ketiga : Nikmat Cukup Logistik Seharian
Hari esok kita tidak pernah tahu tentang usia dan rejeki kita. Maka standar mensyukuri pagi ini tidaklah terlalu bermuluk-muluk dengan tumpukan logistik di gudang penyimpanan, atau deretan digit rupiah di rekening tabungan, namun ‘hanya’ dengan menyadari bahwa seharian ini ada logistik yang bisa dimakan, cukuplah menjadi alasan untuk menjadi orang kaya nan bersyukur di pagi ini. Inilah hikmah mengapa dalam syarat zakat fitrah minimal adalah mereka yang cukup mempunyai makanan di hari raya, jika telah memenuhinya maka wajib bagi mereka untuk turut membayar juga. Kita terlampau sering gelisah karena memikirkan logistik untuk masa-masa depan dengan terlampau berlebihan, lalu lalai untuk mensyukuri atas apa yang Allah sediakan pagi ini.

Inilah tiga nikmat yang luar biasa Allah sediakan bagi kita di pagi yang bahagia nan berkah ini. Mari kita belajar mensyukurinya, agar tepat yang disabdakan Rasulnya : seolah-olah dunia dikumpulkan di hadapan kita.  Alhamdulillah luar biasa ....

Semoga bermanfaat dan Salam optimis.

Kamis, 07 Maret 2013

,

Informasi Try Out Kuliah ke Universitas Al-Azhar Mesir Tahun 2013

salah satu kegiatan KPLN
KPLN adalah singkatan dari Komite Pendidikan Luar Negeri, sebuah organisasi yang bergerak khusus di bidang informasi dan fasilitator anak negeri yang hendak melanjutkan kuliah di luar negeri. Para aktifis KPLN ini terdiri dari alumni kampus-kampus di luar negeri seperti Jerman, Mesir, Sudan, Pakistan, Madinah dan banyak lainnya. Mereka tergerak untuk berbagi informasi dan bahkan memberikan layanan teknis untuk persiapan keberangkatan ke negara tujuan belajar.

Salah satu negeri tujuan belajar yang menjadi idaman mahasiswa Indonesia adalah Mesir yang dikenal dengan Universitas Al-Azharnya. Banyak alumni mesir yang telah berkiprah dan berbuat banyak di negeri ini. Ketertarikan ini pun semakin bertambah saat booming film Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih yang diadaptasi dari novel karangan salah seorang alumni al-Azhar yaitu Habiburrohman Syaerozi, yang lebih dikenal dengan Kang Abik. Film yang sebagiannya menggambarkan kehidupan dunia mahasiswa Indonesia di Mesir, telah membuka lebar-lebar di hadapan publik bagaimana dinamisnya perkuliahan di Mesir. Bukan hanya terpaku pada perkuliahan dan diktat semata, namun juga kehidupan keorganisasian, usaha, dan warna-warni lainnya.

Nah, kali ini bagi Anda atau rekan dan sahabat yang menginginkan pergi belajar ke Mesir, baik universitas Al-Azhar maupun yang lainnya, KPLN memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat tentang Mesir dan memahami lebih banyak cara untuk mendapatkan kesempatan belajar di negeri Kinanah tersebut. Berikut informasinya, sebagaimana tertuang dalam situs KPLN : info-pendidikan,com

TRY OUT KULIAH KE MESIR bersama KOMITE PENDIDIKAN LUAR NEGERI

Bentuk Kegiatan :
Persiapan memasuki dan mendapatkan beasiwa di Universitas Al-Azhar Mesir, dengan materi Try Out : Al-Quran, Tafsir, Hadits, Siroh, dan Bahasa Arab ( Nahwu, Shorof, Balaghoh dan Adab)

Pendaftaran :
Mulai dari 15 Februari 2013 sd 25 April 2013 via email atau SMS ke KPLN

Pelaksanaan Try Out :
Gelombang Pertama : Jumat 8 Maret 2013 di Ponpes As-Syifa Subang Jawa Barat
Gelombang Kedua   : Sabtu 30 Maret 2013 di Kantor KPLN
Gelombang Ketiga : Sabtu 27 April 2013 di Kantor KPLN

Syarat Pendaftaran :
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Menyerahkan fotokopi ijazah atau raport
3. Menyerahkan fotokopi Akte Kelahiran
4. Menyerahkan pas foto 4 x 6 sebanyak 2 lembar

Fasilitas yang akan didapatkan peserta :
- Gratis, tidak dipungut biaya
- Mendapatkan soal-soal dan pembahasan dari Alumni Al-Azhar
- Di sediakan Snack dan Minuman
- Tempat nyaman dan ber-Ac


Tempat Pendaftaran : 
Senin sd Kamis pukul 10.00-17.00
Jl. Raya Ceger, Komp. Mega Persada Residence
Jurangmangu Barat, Pondok Aren
Tangerang Selatan – Banten 15223
Telepon : 085213433321 - 085890468684
Email: k.pendidikan@gmail.com

Bagi sahabat yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, silahkan simak postingan kami terkait kuliah di luar negeri untuk menambah semangat dan pengetahuan seputarnya, antara lain :

Banyak Jalan untuk Studi di Luar Negeri
Mengapa Kuliah di Luar Negeri
Untung Rugi Kuliah di Luar Negeri
Powerpoint Panduan Kuliah di Luar Negeri

Silahkan disebar agar semakin luas kemanfaatan. Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Rabu, 06 Maret 2013

Download Powerpoint Kepemimpinan dalam Islam

Membicarakan kepemimpinan dalam Islam selalu menarik. Apalagi jika kita mau mengupas satu demi satu karakteristik seorang pemimpin dalam Islam, maka sungguh pada Rasulullah SAW semua itu kita bisa dapatkan. Rangkaian kisah dalam sejarah kehidupan beliau menginspirasi nilai-nilai leadership sejati, yang tak akan pernah habis untuk digali dan dihayati. Namun bukan hanya soal karakteristik seorang pemimpin, perlu juga kita perjelas tentang hakikat kepemimpinan dalam islam dan urgensinya. Apakah ia sebuah kemuliaan jabatan yang bertaburan puja-puji dan citra, ataukah justru amanah yang berat membebani punggung kita, dan membuat kita selalu gelisah terjaga di malam hari ?. Apakah dibolehkan seseorang mengincar dan menginginkan sebuah jabatan kepemimpinan di masyarakatnya ? Banyak hal perlu kembali kita telaah dan cerna untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kesempatan itu saya dapatkan Selasa pagi kemarin diminta mengisi Kuliah Umum awal masa dirosah di Pesantren Mahasiswa Arroyan Jebres Surakarta, saat panitia meminta saya untuk mengisi materi tentang kepemimpinan dalam Islam. Harapan mereka tidak banyak namun juga tidah mudah, bagaimana nanti bisa memahamkan peserta untuk bersiap menjadi pemimpin-pemimpin, baik di kampusnya atau bahkan di masyarakatnya kelak nanti.

Tentu waktu 60 menit tidak akan cukup menjawab semua keinginan tersebut. Kita semua perlu terus belajar dan menempa diri untuk melayakkan diri jika nanti ada sebuah kondisi yang menjadikan kita sebagai pemimpin dalam level apapun. Khusus kepada para santri mahasiswa Pesma Arroyan, kesempatan menempuh ilmu dirosah di pesantren adalah momentum emas dalam kehidupan Anda, maka ambillah bekal sebanyak-banyaknya sebelum benar-benar menjadi pemimpin kelak di kemudian hari. Sedikit mengingat ungkapan Umar bin Khotob, beliau berkata : Tafaqqohuu qobla an tusawwaddu ( Tingkatkanlah pemahaman sebelum kamu diangkat jadi pemimpin ). Sementara itu, Ibnu Hajar dalam Fathul Bary mengutip ucapan Imam Syafi’I ra : Idza tashoddaro al-hadts faatahu ‘ilmun katsiir ( Apabila anak muda diangkat menjadi pemimpin maka ia kehilangan banyak Ilmu )

Bagi sahabat Indonesia Optimis yang gemar berbagi inspirasi, berikut presentasi powerpoint KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM yang singkat dan sederhana, semoga bisa menjadi tambahan bahan presentasi Anda jika dibutuhkan.

DOWNLOAD KLIK LINK DI BAWAH INI :
http://www.4shared.com/file/15qr9euC/Kepemimpinan.html

Semoga bermanfaat dan salam optimis

Selasa, 05 Maret 2013

Inspirasi Kehidupan dari Muballigh Tiga Zaman

KH. Muhammad Amir, SH
Pelajaran berharga saya dapatkan Ahad kemarin, tepatnya saat menghadiri sebuah acara pernikahan. Seorang muballigh sekaligus tokoh muslim yang terkemuka di Solo didaulat jadi penceramah pernikahannya, beliau adalah KH Muhammad Amir SH. Selain dikenal sebagi muballigh, beliau termasuk jajaran pendiri Pondok Pesantren Ngruki, pensiunan Dosen UGM dan IAIN Jogjakarta, serta sederet amanah dan jabatan lainnya. Beberapa hal saya tangkap dari kisah kehidupan yang beliau sampaikan, saya share disini agar semakin luas kemanfaatan bagi kita semua.

Pertama : Keteladanan Membina Keluarga
Pada masa orde baru beliau pernah diperiksa secara khusus, karena teramat jarang waktu itu ada PNS dengan 14 anak ! Kecurigaan yang cukup menggelitik, karena pihak pemerikasa tidak percaya dari mana ustadz Amir memiliki kekayaan untuk menghidupi anak-anaknya. Lebih uniknya, setelah kecurigaan tak terbukti, justru berbuah sebaliknya. Pada masa itu pula beliau mendapatkan award "SAMARA" sebagai pengakuan dari pemerintah/instansinya atas keuletan dan keteladanan beliau dalam membina rumah tangga. Jadi saat membawakan nasihat pernikahan, beliau tulus berbagi pengalaman kepada kita generasi setelahnya. Saya kira tidak perlu banyak data dan catatan yang perlu dipaparkan tentang keteladanan ini, karena dengan memiliki 14 anak ( 3 diantaranya doktor dan 6 magister ) serta 38 cucu, cukuplah sudah kita bisa mengambil inspirasi dari kesabaran dan keteladanan beliau dalam membina keluarga samara.

Kedua : Perspektif Rejeki
Ustadz Muhammad Amir termasuk mereka yang diberi kemudahan Allah SWT untuk bolak-balik bepergian ke tanah suci menunaikan ibadah haji. Yang unik justru dari 12x keberangkatan, 11 diantaranya beliau tidak mengeluarkan biaya sedikitpun alias gratis. Beliau mengaku membayar haji sekali pada tahun 1980, itupun dengan cara menabung selama tidak kurang 15 tahun.  Jleeb, pada sisi ini saya terhenyak. Sesuatu yang dilakukan dengan perhitungan manusiawi - menabung - memang kemudian bisa menghantarkan beliau haji sekali. Tapi rejeki haji beliau berkali-kali justru bukan karena perhitungan dan usaha manusiawi, namun benar-benar dari arah yang tidak diduga-duga. Al-Quran menyebutnya dengan gamblang sebagai bonus bagi mereka yang bertakwa. (Lihat QS At-Tholaaq ayat 3).

Ketiga : Kekuatan Doa
Beliau mengaku dengan lugu bahwa saat haji pertama kali beliau menunaikan doa, meminta untuk dimudahkan langkah mengunjungi baitullah, dan doa itupun terkabul dengan 12x naik haji yang sebagian besar justru malah tanpa biaya sama sekali. Belum cukup hal itu, dalam suatu kesempatan beliau juga mendapat kesempatan menang undian umroh dari koperasi yang beliau menjadi anggota. Diantara 360 anggota koperasi tersebut, ternyata justru beliau yang berkali-kali ke tanah suci yang kembali mendapat panggilan ke sana. Beliau pun mengaku, berdoa khusus sebelum undian tersebut diadakan.

Keempat : Hati-hati dalam Berbicara
Ustadz Muhammad Amir menuturkan kisahnya saat menjalani kursus Lemhanas belasan tahun yang lampau, saat pada masa itu sedang ramai digalakkan program KB dari pemerintah. Seorang peserta lain -pejabat tinggi negara- yang tengah beramah tamah dengannya menanyakan jumlah anak beliau. Saat mengetahui bahwa jumlah anak beliau mencapai 14 anak, orang tadi berkomentar sinis : " Apa anda mau memproduksi kemiskinan " ? Maksudnya menyindir, darimana nanti dana dan bagaimana cara mendidik anak sebanyak itu. Suatu sikap yang memang cukup berkembang pesat di masa jayanya program KB ala orde baru. Ustadz Amir masih mengingat perkataan dan sindiran teman tersebut. Namun ternyata waktulah yang membuktikan, Ustadz Amir terbukti mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, mencapai gelar pendidikan tinggi dan kesuksesan dalam kehidupannya. Sementara sang teman tadi yang hanya memiliki 2 anak, ternyata terdengar kabar dikemudian hari anak yang laki-laki tertangkap sebagai pengguna narkoba, dan perempuan dikeluarkan dari perkuliahan karena hamil sebelum nikah. Sebuah pelajaran tentang menjaga lisan.

Semoga kita mampu mengambil pelajaran, inspirasi dan motivasi dalam kehidupan kita. Semoga bermanfaat dan salam optimis.

Jumat, 01 Maret 2013

Sedekah Mesra Suami Istri di Hari Jumat ( Dalil dan Hikmah)

Hari jumat memang berbeda. Rasulullah SAW pun menyebutnya dengan hari raya. Banyak amalan sunnah disyariatkan dengan pahala yang dilipat gandakan. Bahkan bukan hanya amalan yang terkait dengan ibadah dan sedekah, namun juga seputar kemesraan suami istri, atau lebih jauh lagi : berjimak (hubungan suami istri) di Jumat pagi.  Sebagian ada yang ragu-ragu tentang hal ini, sebagian yang lain menyambutnya dengan gembira dan bersemangat. Bahkan fenomena jumat mesra ini ditabuh begitu kencang di media sosial seperti facebook dan twitter. Akibatnya, banyak suami yang tambah menggebu, sebagaimana pula banyak istri yang malu-malu. Nah, perlu rasanya kita kupas sejenak tentang dalil dan hikmah dari aktifitas mesra suami istri khususnya di jumat pagi. Agar tak perlu lagi ada rasa ragu-ragu dan malu-malu dalam menjalaninya.

Dalil berhubungan suami istri di hari Jumat
Para ulama berbeda pendapat seputar anjuran berhubungan suami istri di hari jumat. Mereka yang mendukung mengambil pendapat yang tersurat dan tersirat dalam beberapa hadits. Dua riwayat shohih menyebutkan secara tersirat (isyarat), dan ada dua riwayat lemah yang menyebutkan secara tersurat nan jelas.

Pertama,  Riwayat Bukhori Muslim dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah SAW  bersabda, "Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta... dan seterusnya (HR. Bukhari Muslim). Ibnu Hajar menyebutkan bahwa dari hadits diatas sebagian ulama menyebutkan adanya isyarat anjuran berjimak di hari Jumat, agar dapat mandi janabah setelahnya.

Kedua, Riwayat Aus bin Aus ra yang berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa memandikan (ghosala) dan mandi (igthasala) pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud,  Al-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad dan sanad hadits ini dinyatakan shahih). Kalimat ghosala atau memandikan dalam lafadz hadits di atas, banyak diartikan oleh sebagian ulama dengan artian : memandikan istrinya yaitu membuat istrinya mandi karena berhubungan badan sebelumnya.

Ketiga, Riwayat yang lebih spesifik namun tidak terlampau kuat, disampaikan oleh Imam Suyuthi dalam Tanwir Hawalik, yaitu hadits : “ Apakah tidak mampu salah seorang dari kalian untuk menjimak istrinya setiap hari Jumat ?  Maka sesungguhnya ia akan mendapat dua pahala : pahala mandinya, dan pahala mandi istrinya. (HR Baihaqi dalam Syuabul Iman dari Abu Hurairah)

Keempat, Riwayat ini memberikan keutamaan secara khusus dan diibaratkan sebagai sebuah sedekah. Dari hadits ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bertanya pada seorang dari sahabat, beliau bertanya: “ Apakah engkau hari ini telah menjenguk orang sakit ? “. Sahabat tadi menjawab : “ belum”.  Rasulullah SAW bertanya : “ apakah sudah bersedekah”. Ia menjawab : “ belum”.  Rasul kembali bertanya: “ engkau sudah sholat jenazah?” . Ia menjawab kembali : “ belum”. Rasulullah SAW kembali bertanya : “ apakah engkau sudah berjimak dengan istrimu ? “. Ia menjawab : “ belum”. Lalu Rasulullah SAW melanjutkan : “ Kalau begitu berjimaklah, karena itu sesungguhnya sedekah darimu bagi mereka (istrimu)”. (HR Thobroni dalam Al-Austah, Al-Haitsami mengatakan dalam kitab Majmu Zawaid : di dalam sanadnya ada an-Nashr bin Asim bin Hilal al-Bariqi yang aku tidak tahu, sedangkan sisanya adalah perawi terpercaya)

Nah empat riwayat diatas setidaknya yang menjadi acuan tentang anjuran bermesraan suami istri secara mendalam (berjimak), pada hari jumat pagi atau malam jumat. Tentu saja ini bukan sekedar soal hitam putih hukum dan dalil, karena secara umum ‘bersedekah’ kepada istri pada setiap waktu - kecuali yang terlarang seperti ramadhan, ihrom dan haidh-  adalah hal yang berpahala. Namun tentu perlu bagi kita untuk menelisik lebih jauh hikmah dari anjuran sedekah mesra di Jumat pagi.

Hikmah Anjuran Berhubungan Suami Istri di Jumat Pagi
Tentu selain mendapatkan pahala kemesraan, ada beberapa hal yang menjadi hikmah dari anjuran mesra ini, para ulama seperti Ibnu Hajar juga menyebutkan beberapa hal, saya tambahkan dan lengkapi menjadi hal-hal sebagai berikut :

Pertama, Lebih menenangkan Jiwa sehingga lebih siap untuk beribadah

Desakan gejolak seksual akan terasa sangat mengganggu bagi kaum pria, dan itu menjadi lebih tidak mengenakkan pada hari Jumat yang semestinya dioptimalkan dengan kekhusyukan beribadah. Karenanya gejolak tersebut perlu disalurkan lebih awal, agar jiwa lebih tenang pada hari yang tersisa.

Kedua, Lebih menundukkan pandangan saat di jalan
Diriwayatkan pada masa awal Islam kaum muslimah juga pergi keluar untuk mengikuti sholat Jumat berjamaah, karenanya hal tersebut menjadi ujian tersendiri bagi kaum laki-laki dalam menjaga pandangan di jalanan. Hari ini meskipun tidak banyak wanita yang mengikuti sholat Jumat di masjid, namun esensinya tak jauh berbeda karena di jalanan pun begitu mudah ditemui hal-hal yang mengganggu dan menggoda pandangan. Dengan telah berjimak di pagi hari maka hal-hal teknis semacam itu diharapkan bisa berkurang atau teratasi.

Ketiga, Lebih Sehat dan Bahagia di Hari Raya.
Hari Jumat adalah hari raya yang tidak hanya berisi ibadah semata, namun juga kebahagiaan nan penuh semangat. Karenanya dengan berhubungan badan suami istri di pagi hari, akan melahirkan sehat dan semangat yang berlebih untuk menyambut hari bahagia tersebut. Hal ini didukung dengan serangkaian penelitian soal tersebut, pakar kesehatan menyebutnya dengan morning sex. Dikatakan dalam sebuah situs kesehatan bahwa : "pasangan yang melakukan hubungan intim di pagi hari mampu meningkatkan suasana hati di siang hari. Tak hanya itu, hal ini juga mampu meningkatkan kesehatan kulit, rambut dan kuku. Estrogen kimia yang dilepaskan selama “sexy time” bisa membuat rambut lebih bersinar, kuku lebih kuat dan meningkatkan warna kulit. Para ahli juga mengatakan, tingkat testosteron pria mengalami lonjakan sepanjang malam saat tertidur, sehingga pagi hari sebenarnya para pria lebih cenderung berada dalam mood untuk bercinta. Bercinta di pagi hari juga membuat tubuh kita lebih sehat dan lebih bahagia, serta mampu membakar rata-rata 300 kalori per jam dan meningkatkan tingkat denyut jantung dan sirkulasi darah sambil menurunkan tekanan darah."

Nah, akhirnya tak ada alasan lagi untuk tidak menyambut hari Jumat dengan penuh riang gembira. Bukan hanya ada dosa-dosa kecil yang berguguran di janjikan, namun sebentuk kemesraan nyata nan berpahala juga telah menunggu untuk ditunaikan. Segera bacakan artikel ini dihadapan istri Anda tercinta ...

Semoga bermanfaat dan salam optimis.