27 Sep 2012

Kultwit Kebiasaan Ulama Dulu saat Meminjam Buku

Semua kita pernah meminjam buku dan juga meminjamkan. Pastilah ada suka duka disana yang kita lalui bersama sahabat dan teman. Entah buku kita yang berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain tanpa konfirmasi, atau bahkan kembali dengan penampakan yang jauh berbeda dari sebelumnya, atau bahkan yang hilang begitu saja tanpa kabar. Tentu semua mempunyai niatan yang baik. Yang meminjamkan berniat membantu dan menjadi fasilitator menyebarkan ilmu. Sementara yang meminjam sangat bersemangat dalam mencari ilmu dengan keterbatasan kemampuan yang ada. Nah, niatan yang baik saja tentu belum cukup. Perlu aturan-aturan dan etika untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan di atas. Namanya manusia, kadang lengah dan lupa, sementara buku sampai kapanpun tetap akan menjadi aset berharga.

Berikut Kultwit yang saya sarikan dari satu Bab berjudul : Pencari Ilmu dan Meminjam Buku yang ada dalam buku Syeikh Abdul Aziz Sadhan yang berjudul : Panduan Pencari Ilmu . 

1. Soal pinjam meminjam buku adalah hal biasa bagi kita, tapi ternyata para ulama punya kebiasaan berbeda, unik dan menarik #Buku

2. #Buku adalah aset berharga bagi ulama, karenanya soal adab pinjam meminjam buku pun diungkapkan dalam banyak syair yang menggugah

3. Syeikh Abdul Aziz Sabhan menuliskan bab khusus dalam salah satu bukunya : Para Pencari Ilmu dan Peminjaman #Buku

4. Benar bawah meminjamkan #buku termasuk keutamaan sebagaimana meminjamkan sesuatu secara umum, masuk dalam bab ta'awun

5. Muhammad bin Muzahim berkata : Awal mula dari keberkahan ilmu adalah dengan meminjamkan #Buku ( Kitab Adabul Imlak)

6. Salah satu yang menjadikan mereka mau meminjamkan #buku -meski sangat berharga bagi mereka- adalah takut termasuk yg menyembunyikan ilmu

7. Salah satu pepatah yg terkenal adalah : " Orang bodoh yang meminjamkan #buku, dan lebih bodoh lagi yg mengembalikannya" (Al-Jahid) :D

8. Bahkan diantara mereka ada yg mensyaratkan barang jaminan, saat ada yang mau meminjam #buku

9. Abu Hafz Umar bin Usman Al-Janziy bersenandung : " Jika engkau meminjamkan kitab, maka ambillah darinya jaminan tanpa perlu malu" #Buku

10. Ia melanjutkan : " itu bukan berarti engkau berprasangka buruk pada peminjam, tapi menolong mengingatkannya untuk mengembalikan " #Buku

11. Seseorang meminjam #Buku pada Ibrohim bin Maimun, lalu ia berkata : " Mana kemarikan jaminanmu", akhirnya dipakailah mushaf sbg jaminan

12. Sebagian yang lainnya meminta pakaian atau bahkan emas saat ada yang meminjam #Buku. Luar biasa

13. Buku adalah aset berharga pd waktu itu. Abu Hafidz Hamdani bahkan sampai menjual rumah seharga 60 dinar untuk membeli #Buku

14. Bahkan ada yg bersenandung : " Jika engkau pinjam buku ku manfaatkanlah dan jagalah baik2, kembalikan dg utuh karena aku merindukannya

15. Ia menambahkan : " Sekiranya bukan karena takut termasuk menyembunyikan ilmu, niscaya engkau tak kan pernah melihat #Buku itu

Semoga bermanfaat dan salam optimis.
sumber gambar : padangekspres dot com via google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar