26 Sep 2010

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu ( Bagian 1)

Kenyataan sejarah dan juga pengamatan di sekitar kita telah menyimpulkan dengan sederhana  bahwa ; ilmu mengubah seseorang menjadi lebih mulia. Kesimpulan sederhana ini sejalan dengan banyak dalil dalam Al-Quran maupun As-Sunnah . Banyak dalil naqli yang menguatkan kemuliaan seseorang karena ilmunya. Mari kita teliti satu per satu, mengapa ilmu membuat kita jadi mulia dunia dan akhirat.

a.    Karena Allah SWT membedakan dan mengangkat derajat orang yang berilmuAllah SWT berfirman : Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS az-Zumar 9 )
Firman Allah SWT : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Mujadalah ayat 11)

Ibnu Abbas ra mengomentari ayat di atas dengan mengatakan : Tingkatan para ulama dibanding orang mukmin biasa adalah lebih tinggi sebanyak 700 derajat, dimana diantara satu derajat ke derajat setelahnya adalah sama dengan jarak 500 tahun perjalanan !

b.    Karena orang yang berilmu senantiasa dijadikan rujukan
Allah SWT berfirman : Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, (QS an-Nahl 43)

 Seorang yang berilmu suka atau tidak pasti menjadi tempat orang bertanya dan merujuk kepadanya ketika mendapat sebuah permasalahan. Karena itu, mereka senantiasa menempatkan para ulama, guru dan ustadz pada kedudukan yang mulia. Ini adalah bukti nyata bahwa ilmu juga membuat orang mulia bukan Cuma di akhirat saja.

c.    Karena ilmu adalah satu-satunya warisan Nabi
Dari Abu Darda', Rasulullah SAW bersabda : Dan sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi itu tidak pernah mewariskan dinar dan tidak pula dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa mengambilnya, sungguh telah mengambil bagian yang besar ". (HR Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Tidak ada keraguan bahwa manusia termulia adalah para nabi. Kemuliaan mereka diwariskan melalui ilmu agama. Para ulama yang mengambilnya pun berhak mendapatkan kemuliaan itu. Maka derajat mereka pun naik membumbung tinggi di akhirat nanti, sejajar dengan para nabi dan syuhada ! Dari Utsman bin Affan ra, Rasulullah SAW bersabda : Yang pertama memberi syafaat pada hari kiamat ada tiga : para nabi, para ulama dan para syuhada' (HR Ibnu Majah)

d.    Karena ilmu membuat kita beramal dengan benar dan ditakuti syaitan
Dari Abu Darda' ra, Rasulullah SAW bersabda : " Dan sungguh perbedaan keutamaan orang yang berilmu dengan orang yang gemar beribadah, sebagaimana keutamaan bulan purnama dari seluruh bintang lainnya" ( HR Tirmidzi , Ahmad)

Mengapa orang 'alim (berilmu) ternyata mempunyai keutamaan yang lebih mulia dibandingkan orang yang rajin ibadah ? Logika sederhana kita akan menjawabnya. Seorang berilmu sholat sunnah dua rekaat. Dia berwudhu dengan benar, sholat dengan benar dan khusyuk, mengetahui syarat, rukun dan hal-hal yang merusak ibadahnya. Sementara ada yang lainnya yang gemar sholat hingga delapan bahkan dua belas rekaat setiap malamnya, tetapi tidak memahami bacaannya, tidak mengetahui adab, syarat dan rukunnya, kira-kira yang mana yang lebih mulia amalannya ?

    Karena itu semua, syaitan lebih mudah memprovokasi orang yang tidak berilmu dengan memberinya usulan ibadah yang bermacam-macam, yang tidak ada syariatnya agar mereka tersesat lebih jauh. Sementara dengan orang berilmu, syaitan tidak mendapatkan peluang untuk itu. Syetan takut.

1 komentar:

  1. sayangnya di dunia pendidikan kita, pendalaman ilmunya seringkali kurang seimbang. makanya banyak orang pinter yang lalu keblinger. ilmupun seringkali diidentikan dengan biaya tinggi. sehingga tak jarang ketika seseorang mulai pintar, yang pertama kali terpikir adalah bagaimana cara mengembalikan modal.

    BalasHapus